Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce: Manhattan Ditutup, Warga Protes
Baca dalam 60 detik
- Izin acara khusus di Madison Square Garden mengonfirmasi pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce pada Jumat malam, dengan penutupan jalan di pusat Manhattan.
- Pemerintah kota dan perwakilan Swift bungkam soal detail pesta, memicu kemarahan pemilik bisnis lokal yang menuntut kompensasi atas kerugian.
- Acara ini berlangsung di tengah tekanan anggaran New York akibat Piala Dunia dan perayaan America250, memicu perdebatan soal prioritas penggunaan sumber daya publik.

Pernikahan megah penyanyi Taylor Swift dan bintang NFL Travis Kelce akhirnya mendapat izin resmi dari Pemerintah Kota New York, dengan agenda puncak pada Jumat malam yang akan menutup sejumlah ruas jalan di jantung Manhattan. Izin yang diperoleh Associated Press (AP) menunjukkan bahwa pesta utama akan berlangsung di Madison Square Garden (MSG) mulai pukul 17.00 waktu setempat, dengan opsi perpanjangan hingga pukul 04.00 Sabtu pagi.
Menurut dokumen perizinan yang disetujui Rabu malam oleh kantor perizinan New York, sebanyak 100 tamu undangan akan memulai rangkaian acara dengan pesta pra-pernikahan pada Kamis pukul 18.30. Acara yang digambarkan sebagai jamuan makan malam latihan ini akan diikuti oleh pesta utama yang mampu menampung hingga 1.000 orang. Penutupan jalan akan mulai berlaku pada Jumat sore, dan akses ke Penn Station—stasiun kereta tersibuk di AS yang berada tepat di bawah arena—akan dibatasi secara ketat.
Kebungkaman pihak penyelenggara dan pejabat kota memicu reaksi keras dari pemilik bisnis lokal. Michael O'Brien, pemilik O'Briens Bar and Grill di seberang arena, menilai pemerintah kota seharusnya lebih transparan mengenai dampak acara ini terhadap usaha kecil. "Jika mereka mampu membeli izin dan pesta mewah ini, mengapa tidak membeli hak usaha lokal agar kami tidak dirugikan?" ujarnya. O'Brien mendesak pasangan calon pengantin untuk menanggung kerugian pendapatan yang dialami para pedagang.
Di sisi lain, para penggemar setia Swift yang berkumpul di luar arena pada Kamis sore tampak antusias. Alyssa Heinen, salah satu penggemar, mengatakan pernikahan ini menjadi inspirasi bagi banyak perempuan. "Kami tumbuh bersama Taylor Swift, dan melihatnya sekarang menemukan cinta—saya rasa ini sangat menginspirasi," katanya. Namun, di balik euforia itu, dokumen internal yang diperoleh AP mengungkapkan bahwa pejabat kota telah mengetahui rencana pernikahan ini sejak sebulan lalu. Pada 8 Juni, direktur kantor perizinan jalan Dawn Tolson mengirim surel ke staf Balai Kota dengan subjek "Wedding Bells Are Ringing", membahas permohonan penutupan jalan penuh pada 3-4 Juli.
Konteks ini menjadi krusial mengingat Wali Kota Zohran Mamdani sebelumnya menyatakan bahwa New York harus memangkas acara besar musim panas ini karena tuntutan Piala Dunia dan perayaan America250. Mamdani menolak membahas peran kota dalam acara pernikahan tersebut. Komisaris Polisi New York Jessica Tisch hanya berkomentar, "Polisi pasti akan menempatkan personel, tetapi saya tidak akan memberikan rincian lebih lanjut."
Bagi Indonesia, pernikahan ini menyoroti bagaimana acara selebritas global dapat mengganggu infrastruktur publik dan memicu perdebatan tentang alokasi sumber daya. Di tengah euforia penggemar, pertanyaan tentang transparansi dan kompensasi bagi pihak yang terdampak menjadi pelajaran bagi penyelenggaraan acara serupa di masa depan. Akankah tren pernikahan selebritas dengan dampak kota besar ini mendorong regulasi yang lebih ketat?



