Sony Tutup PlayStation Store PS3 dan PS Vita pada Juli 2027
Baca dalam 60 detik
- Sony mengonfirmasi penutupan toko digital PS3 dan PS Vita secara bertahap hingga Juli 2027, dimulai dari beberapa negara Amerika Latin dan Timur Tengah pada 2026.
- Keputusan ini diambil karena platform lawas tidak mampu mendukung sistem pembayaran modern, sejalan dengan penghentian produksi cakram fisik pada 2028.
- Penutupan ini berpotensi memicu perburuan game digital langka di kalangan kolektor, termasuk di Indonesia yang masih memiliki basis pengguna aktif kedua konsol tersebut.

Sony secara resmi mengumumkan bahwa layanan PlayStation Store untuk konsol PS3 dan PS Vita akan dihentikan secara global pada Juli 2027, menandai akhir era bagi dua perangkat yang pernah menjadi tulang punggung industri gim.
Penutupan tidak terjadi sekaligus. Sejak tahun ini, Sony mulai mematikan akses di sejumlah negara. PS3 Store akan ditutup di Meksiko, Honduras, dan Nikaragua pada Agustus 2026, disusul negara-negara Amerika Latin dan Timur Tengah lainnya pada akhir tahun yang sama. Barulah pada Juli 2027, seluruh dunia kehilangan akses untuk membeli konten digital baru melalui kedua konsol tersebut.
Kebijakan ini beriringan dengan penghentian produksi cakram fisik gim PlayStation yang mulai berlaku Januari 2028. Sony beralasan bahwa sistem pembayaran dan infrastruktur komersial modern tidak lagi kompatibel dengan perangkat lawas. โPS3 dan PS Vita tidak mampu mendukung pembaruan pada level yang dibutuhkan,โ tulis Sony dalam pernyataan resmi, seraya menambahkan bahwa keputusan ini berat namun diperlukan untuk fokus pada platform generasi terbaru.
Bagi penggemar setia, kabar ini tentu menyesakkan. PS3 dan PS Vita menyimpan ribuan judul eksklusif yang tidak tersedia di platform lain, termasuk seri Uncharted, The Last of Us, dan Persona 4 Golden. Setelah toko ditutup, gim-gim tersebut hanya bisa diakses jika sudah dibeli sebelumnya atau melalui media fisik โ yang juga akan segera lenyap dari peredaran.
Di Indonesia, meskipun pangsa pasar PS3 dan PS Vita sudah menurun drastis, masih ada komunitas kolektor dan pemain setia yang bergantung pada toko digital untuk mendapatkan gim lawas. Para pengamat memperkirakan akan terjadi lonjakan pembelian gim digital dalam beberapa bulan ke depan, mirip dengan fenomena saat Nintendo mengumumkan penutupan eShop untuk Wii U dan 3DS. Harga gim fisik bekas juga diprediksi meroket, terutama untuk judul-judul langka.
Langkah Sony ini juga menjadi pengingat akan kerentanan ekosistem gim digital. Ketika server dimatikan, akses terhadap konten yang sudah dibeli pun bisa hilang โ meskipun Sony belum mengumumkan apakah gim yang sudah diunduh tetap bisa dimainkan. Pertanyaan besarnya: apakah para pemain akan kehilangan perpustakaan digital mereka selamanya, atau Sony menyediakan jalur migrasi ke platform yang lebih baru?



