Momen Malu-malu Kucing: Robert Smith Awalnya Tolak Kolaborasi dengan Rolling Stones
Baca dalam 60 detik
- Vokalis The Cure, Robert Smith, sempat menolak tawaran Mick Jagger untuk bermain di album baru Rolling Stones karena tidak siap secara mental.
- Pertemuan yang awalnya hanya untuk minum bir berubah menjadi sesi rekaman dadakan setelah Smith berubah pikiran.
- Album 'Foreign Tongues' yang akan dirilis 10 Juli menampilkan kontribusi Smith pada dua lagu, termasuk gitar dan vokal latar.

Vokalis The Cure, Robert Smith, mengaku sempat menolak mentah-mentah ajakan Mick Jagger untuk berkontribusi di album terbaru Rolling Stones. Momen canggung itu terjadi saat Smith diundang ke studio rekaman di London, yang awalnya hanya untuk bersantai dan minum bir bersama produser Andrew Watt.
Dalam podcast resmi Rolling Stones, Speaking In Tongues, Smith menceritakan bahwa ia telah lama berkomunikasi secara daring dengan Watt namun belum pernah bertemu. Ketika akhirnya diundang ke Metropolis Studios, Smith diberi tahu bahwa Jagger mungkin masih menyelesaikan rekaman vokal. "Saya tahu rasanya jadi artis yang sedang merekam. Tamu adalah hal terakhir yang diinginkan," ujar Smith.
Smith berniat menunggu di bar hingga sesi selesai. Namun, seorang asisten menyampaikan bahwa Jagger justru mempersilakannya masuk. Begitu memasuki ruangan, Smith terkesima melihat Jagger sedang bernyanyi dengan penuh penghayatan. Suasana santai dengan aliran minuman beralkohol membuat Smith awalnya mengajukan ide-ide yang diakuinya "semakin absurd".
Tanpa diduga, Jagger tiba-tiba menawarkan Smith untuk memainkan gitar di album. "Saya kaget. Saya bilang, 'Tunggu dulu!' Lalu dia bilang, 'Main gitar sedikit saja...' Saya benar-benar tidak siap," kenang Smith. Dengan kepala setengah mabuk, Smith menolak tawaran tersebut, membuat semua orang di ruangan terkejut.
"Saya datang hanya untuk mabuk, bukan untuk main di album Rolling Stones," kata Smith. Namun, setelah Jagger pergi, Smith berubah pikiran. Ia meminta Watt untuk menyiapkan gitar dan mulai mencoba memainkan beberapa lagu. "Satu hal mengarah ke hal lain," tambahnya.
Kolaborasi ini menjadi kejutan bagi penggemar kedua band, mengingat The Cure dan Rolling Stones jarang bersinggungan secara musikal. Bagi musisi Indonesia, kisah ini mengingatkan bahwa peluang kolaborasi sering datang di saat tak terduga, dan kadang perlu keberanian untuk menerima tantangan meski dalam kondisi tidak ideal.
Album Foreign Tongues sendiri dinantikan sebagai karya yang menunjukkan eksplorasi baru Rolling Stones dengan melibatkan musisi lintas generasi. Pertanyaannya, apakah kolaborasi ini akan membuka pintu bagi lebih banyak kejutan serupa di masa depan?



