Empat Penyerang Mematikan Prancis: Kunci Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Prancis mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menekuk Swedia 3-0, dengan lini depan yang digawangi Mbappé, Dembélé, Olise, dan Barcola tampil dominan.
- Mbappé memimpin perburuan Sepatu Emas dengan enam gol, melampaui rekor gol Piala Dunia Klose (16) dan kini mengincar rekor Messi (19).
- Ketidakpastian hanya terjadi pada satu posisi di kuartet penyerang, dengan Barcola tampil meyakinkan menggantikan Doué, memperkuat kedalaman skuad Les Bleus.

Prancis memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swedia 3-0 di New York/New Jersey, Selasa (20/6) waktu setempat. Kemenangan keempat beruntun ini tidak hanya memperpanjang tren positif Les Bleus, tetapi juga menegaskan bahwa lini depan mereka—yang dijuluki 'Fantastic Four'—sedang dalam performa terbaiknya.
Kuartet penyerang yang terdiri dari Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, Michael Olise, dan Bradley Barcola kembali menjadi pusat perhatian. Mbappé mencetak dua gol (brace) yang membawanya memuncaki daftar pencetak gol sementara dengan enam gol, unggul dua gol dari pesaing terdekatnya. Dengan torehan 18 gol dalam 18 penampilan di Piala Dunia, penyerang Real Madrid itu kini hanya berselisih satu gol dari rekor sepanjang masa Lionel Messi (19 gol).
Namun, bukan hanya Mbappé yang bersinar. Dembélé, yang mencetak hat-trick saat melawan Norwegia, kembali menunjukkan akurasi operannya dengan tingkat keberhasilan 92 persen. Ia juga memberikan assist untuk gol pertama Prancis. Sementara itu, Olise—meski belum mencetak gol—telah mengoleksi lima assist, hanya satu kurang dari rekor Pelé pada Piala Dunia 1970. "Sungguh luar biasa bermain bersama mereka. Kami tahu mereka pemain top, dan memiliki koneksi seperti ini sangat indah," ujar Barcola setelah pertandingan.
Pelatih Didier Deschamps melakukan satu perubahan di lini depan dengan menurunkan Barcola menggantikan Désiré Doué. Keputusan itu terbukti tepat setelah Barcola mencetak gol keduanya di turnamen ini. "Saya tidak pernah membayangkan bisa sejauh ini. Saya sangat bahagia dan berharap bisa terus membantu tim," kata mantan pemain Lyon itu kepada FIFA.
Kekuatan Prancis tidak hanya terletak pada serangan. Bek kiri Lucas Digne menekankan bahwa kontribusi defensif para penyerang juga krusial. "Mereka bekerja keras di lini belakang. Ketika seluruh tim terorganisir dengan baik, bermain bersama mereka menjadi menyenangkan," ujarnya. Gelandang Aurélien Tchouaméni menambahkan, "Mbappé sudah lama bermain di level dunia. Saat dia dan pemain depan lain tampil seperti ini, kami mampu melakukan hal-hal luar biasa."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Prancis menjadi tontonan menarik. Dengan gaya menyerang cepat dan kolektivitas tinggi, Les Bleus mengingatkan pada era keemasan Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih asal Prancis, meski levelnya jauh berbeda. Namun, pelajaran tentang pentingnya keseimbangan antara serangan dan pertahanan bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola nasional.
Pertanyaan selanjutnya: akankah kuartet ini mampu mempertahankan performa saat menghadapi lawan yang lebih berat di babak gugur? Jika ya, bukan tidak mungkin Prancis mengulangi sukses 2018 dan 2022, atau bahkan melampauinya.



