Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Tito Karnavian Hadir sebagai Mantan Kapolri
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor, dengan tema 'Polri untuk Masyarakat'.
- Mendagri Tito Karnavian, yang pernah menjabat Kapolri periode 2016-2019, turut hadir dan mendapat sambutan khusus dari Presiden.
- Acara diisi dengan penganugerahan medali, peragaan keterampilan Polri, dan syukuran yang ditandai pemotongan tumpeng oleh Presiden.

Presiden Prabowo Subianto secara langsung memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Kehadiran Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam upacara tersebut menjadi sorotan, mengingat ia merupakan mantan Kapolri yang pernah memimpin institusi tersebut pada 2016-2019.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendampingi Presiden dalam upacara yang dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih dan pejabat tinggi negara. Selain Tito, tampak pula Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Akhmad Wiyagus, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Kehadiran para mantan Kapolri menambah khidmat acara yang mengusung tema "Polri untuk Masyarakat".
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyapa para tamu undangan, termasuk Tito Karnavian yang disebutnya sebagai "Jenderal Polisi Purnawirawan Muhammad Tito Karnavian, Kapolri 2016-2019". Presiden menekankan bahwa tema tahun ini mencerminkan jati diri dan arah pengabdian Polri. "Tema peringatan tahun ini adalah arah pengabdian, ini adalah dan harus terus menjadi kompas moral setiap insan Bhayangkara," ujar Presiden.
Setelah upacara pokok, Presiden didampingi Panglima TNI menerima Penganugerahan Medali Keamanan dan Keselamatan Publik (Loka Praja Samrakshana) yang disematkan oleh Kapolri kepada sejumlah personel. Momen ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan peragaan kemampuan personel Polri. Presiden dan Wapres menyaksikan penampilan Drum Corps Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian, kolone senapan, peragaan penyelamatan sandera, terjun payung, serta aksi trail cross jumping dan smoke bomb. Pertunjukan ini menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme Polri dalam menghadapi berbagai situasi.
Acara ditutup dengan syukuran peringatan ke-80 Hari Bhayangkara. Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diberikan kepada Kapolri. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur atas pengabdian Polri selama delapan dekade. Ke depan, tantangan Polri semakin kompleks seiring dinamika sosial dan keamanan nasional. Mampukah institusi ini terus menjaga kepercayaan publik dengan mengedepankan pelayanan prima?



