Anwar Tegaskan Malaysia Tak Akan Ubah Sikap soal Jho Low Meski Ada Potensi Pengampunan AS
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan Malaysia tidak akan terpengaruh oleh keputusan AS terkait pengampunan bagi buronan Jho Low.
- Jho Low disebut-sebut masuk dalam daftar sekitar 250 orang yang berpotensi mendapat pengampunan dari Presiden Trump pada perayaan 250 tahun kemerdekaan AS.
- Sikap tegas Malaysia ini menunjukkan komitmen terhadap supremasi hukum dan berpotensi mempengaruhi hubungan bilateral dengan AS.

Malaysia menegaskan tidak akan mengubah sikapnya terhadap buronan pengusaha Low Taek Jho, atau yang lebih dikenal sebagai Jho Low, di tengah laporan bahwa ia masuk dalam daftar individu yang dipertimbangkan mendapat pengampunan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa keputusan AS merupakan urusan internal mereka dan Malaysia tetap berpegang pada aturan hukum.
โPosisi Malaysia jelas. Kami mengikuti aturan hukum. Apa pun yang diputuskan Amerika Serikat, itu urusan internal mereka. Kami tidak akan terpengaruh, terganggu, atau terpengaruh oleh keputusan AS mana pun,โ kata Anwar kepada wartawan usai salat di Masjid As-Sodiqin, Taman Kobena, Jumat (3/7). Pernyataan ini muncul setelah media internasional melaporkan bahwa Jho Low termasuk dalam sekitar 250 individu yang berpotensi mendapat pengampunan dari Trump, bertepatan dengan perayaan 250 tahun kemerdekaan AS.
Jho Low merupakan tokoh kunci dalam skandal 1MDB yang merugikan negara Malaysia miliaran dolar. Ia telah menjadi buronan sejak 2018 dan diduga bersembunyi di berbagai negara, termasuk China. Pemerintah Malaysia sebelumnya telah bekerja sama dengan AS dan beberapa negara lain untuk melacak dan memulangkan Jho Low. Namun, potensi pengampunan dari Trump bisa menjadi hambatan baru dalam upaya tersebut.
Bagi Indonesia, kasus ini menjadi pengingat pentingnya kerja sama internasional dalam memberantas korupsi dan kejahatan keuangan. Meski Jho Low bukan warga negara Indonesia, namun dampak skandal 1MDB juga dirasakan di kawasan Asia Tenggara. Indonesia sendiri memiliki pengalaman dalam menangani kasus serupa, seperti buronan korupsi yang melarikan diri ke luar negeri. Sikap tegas Malaysia menunjukkan bahwa negara-negara di kawasan tidak akan tinggal diam terhadap upaya perlindungan terhadap pelaku kejahatan.
Analis hubungan internasional menilai bahwa pernyataan Anwar ini juga merupakan sinyal kepada AS bahwa Malaysia tidak akan mentolerir campur tangan dalam proses hukumnya. Meskipun hubungan bilateral Malaysia-AS cukup baik, isu Jho Low bisa menjadi titik sensitif. Jika AS benar-benar memberikan pengampunan, hal itu bisa memicu ketegangan diplomatik dan mengurangi kepercayaan publik terhadap komitmen AS dalam memberantas korupsi global.
Dalam perkembangan terpisah, Anwar juga menyinggung rencana kontribusi sebesar RM1 juta dari AS untuk restorasi Tugu Negara. Ia mengatakan masalah itu akan dibahas dalam rapat Kabinet pekan depan. Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan pandangan mengenai Jho Low, kedua negara tetap dapat bekerja sama dalam bidang lain. Namun, pertanyaan besarnya adalah: akankah AS benar-benar memberikan pengampunan kepada Jho Low, dan bagaimana dampaknya terhadap upaya Malaysia untuk membawanya ke pengadilan?



