LPS Jamin Perbankan Masih Tangguh, Masyarakat Diimbau Tak Khawatir Menabung
Baca dalam 60 detik
- LPS memastikan seluruh bank dalam kondisi sehat meski ada tekanan global dan penurunan daya beli di beberapa sektor.
- Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyoroti pengawasan ketat terhadap BPR yang tata kelolanya lemah.
- Masyarakat diminta tetap waspada dengan manajemen risiko pribadi meski simpanan di bank penjamin LPS aman.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan bahwa sektor perbankan nasional masih berada dalam kondisi resilien di tengah gejolak ekonomi global. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyatakan seluruh bank yang beroperasi di Indonesia memiliki fundamental yang cukup kuat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk menyimpan uangnya di bank.
Pernyataan ini disampaikan Anggito dalam acara Power Lunch CNBC Indonesia, Rabu (1/7/2026). Ia mengakui bahwa beberapa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) masih memiliki tata kelola yang kurang baik, namun LPS terus memantau perkembangan lembaga keuangan tersebut secara ketat. "Kami tidak hanya fokus pada bank umum, tetapi juga BPR. Pengawasan diperketat untuk mencegah risiko sistemik," ujarnya.
Di sisi lain, LPS melihat adanya tantangan dari tekanan daya beli masyarakat di sejumlah sektor yang berdampak pada kinerja perbankan. Meski demikian, Anggito memastikan bahwa kesehatan perbankan secara keseluruhan tetap terjaga. "Kami melihat ada penurunan daya beli di beberapa sektor, tetapi itu tidak mengancam stabilitas perbankan. Bank-bank masih mampu menjaga rasio kecukupan modal dan kualitas kredit," jelasnya.
Industri perbankan juga didorong untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan bisnis, terutama dalam penyaluran kredit yang mendukung program prioritas pemerintah. Anggito menekankan bahwa bank harus selektif dalam menyalurkan kredit agar tidak menimbulkan risiko gagal bayar di kemudian hari.
Bagi masyarakat Indonesia, jaminan LPS ini menjadi angin segar di tengah ketidakpastian ekonomi global. LPS menjamin simpanan nasabah di bank yang mengikuti program penjaminan, dengan batas maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank. Namun, Anggito mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam mengelola keuangan pribadi dan tidak hanya bergantung pada jaminan pemerintah. "Tetap jaga manajemen risiko pribadi, jangan menaruh semua dana di satu bank," pesannya.
Ke depan, LPS akan terus memantau perkembangan sektor perbankan dan siap mengambil langkah antisipatif jika diperlukan. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah tekanan daya beli yang berkepanjangan mampu digeser oleh kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif? Semua mata tertuju pada langkah Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan.



