Prajogo Pangestu Caplok 40% Saham Perusahaan Pelabuhan Senilai Rp1,4 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Chandra Daya Investasi (CDIA) melalui anak usahanya mengakuisisi 40% saham PT Armada Maritim Persada (AMP) senilai US$90 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.
- Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena adanya hubungan pemilik manfaat yang sama antara CDIA dan AMP.
- Akuisisi ini diharapkan mendukung pertumbuhan bisnis pelabuhan AMP dan memberikan potensi dividen serta peningkatan nilai investasi bagi CDIA.

Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), melalui anak usahanya PT Chandra Shipping International (CSI), mengumumkan rencana akuisisi 40% saham PT Armada Maritim Persada (AMP) dengan nilai investasi mencapai US$90 juta atau setara Rp1,4 triliun. Langkah ini menandai ekspansi signifikan Grup Chandra ke sektor pelabuhan domestik yang tengah tumbuh.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, transaksi dilakukan melalui pengambilalihan saham baru yang diterbitkan oleh AMP. PT AMP sendiri bergerak di bisnis pelabuhan dalam negeri, sebuah sektor yang kian strategis seiring dengan peningkatan volume perdagangan maritim Indonesia. Pada 30 Juni 2026, CSI bersama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (PJK) dan AMP telah menandatangani Perjanjian Bersyarat untuk Pengambilbagian Saham. Setelah seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi, CSI akan menguasai 40% kepemilikan di AMP.
Manajemen CDIA menilai investasi ini dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi grup, baik melalui potensi peningkatan nilai investasi maupun penerimaan dividen di masa mendatang. Langkah ini juga sejalan dengan strategi diversifikasi bisnis Grup Chandra yang selama ini dikenal di sektor energi dan sumber daya alam. Namun, perlu dicatat bahwa transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena terdapat hubungan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) yang sama antara CSI dan AMP, sehingga memerlukan pengawasan ketat dari regulator.
Bagi investor Indonesia, akuisisi ini mencerminkan tren konsolidasi di sektor infrastruktur maritim yang didorong oleh peningkatan aktivitas logistik dan perdagangan. Dengan masuknya Grup Chandra, persaingan di bisnis pelabuhan diprediksi semakin ketat, mengingat sumber daya finansial dan jaringan yang dimiliki konglomerasi tersebut. Namun, risiko transaksi afiliasi tetap menjadi perhatian, terutama terkait dengan potensi benturan kepentingan dan harga yang tidak wajar.
Ke depan, keberhasilan integrasi AMP ke dalam portofolio CDIA akan menjadi ujian bagi kemampuan manajemen dalam menciptakan sinergi. Apakah langkah ini akan mendorong ekspansi lebih lanjut ke sektor logistik terintegrasi, atau justru memicu pertanyaan dari investor minoritas mengenai tata kelola perusahaan? Waktu yang akan menjawab.



