Supamonks Bangkrut: Studio di Balik Absolum Tutup di Tengah Kesuksesan
Baca dalam 60 detik
- Supamonks, studio yang menangani seni dan animasi Absolum, dilikuidasi pengadilan pada 24 Juni 2025.
- Absolum sukses besar dengan penjualan 500.000 kopi dan banyak penghargaan, namun nasib Supamonks berbeda.
- Likuidasi ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan studio pengembang gim di tengah ketidakpastian industri.

Kabar mengejutkan datang dari industri gim global. Supamonks, studio yang bertanggung jawab atas arahan seni dan animasi dalam gim laga roguelite Absolum, resmi ditempatkan dalam likuidasi yudisial oleh Pengadilan Niaga Crรฉteil pada 24 Juni 2025. Keputusan ini diambil meskipun Absolum yang dirilis Oktober lalu justru menuai sukses besar.
Absolum berhasil mencuri perhatian sebagai salah satu kejutan terbesar tahun 2025. Gim yang menggabungkan elemen roguelite dan beat 'em up ini terjual 500.000 kopi dalam waktu singkat dan memenangkan sejumlah penghargaan. Proyek ini digarap oleh penerbit Dotemu bersama dua studio pengembang, Guard Crush Games dan Supamonks. Namun, di balik gemerlap kesuksesan tersebut, Supamonks justru harus menghadapi kenyataan pahit.
Hingga saat ini, alasan pasti di balik likuidasi yudisial Supamonks belum diungkapkan ke publik. Keputusan pengadilan tersebut menandai akhir dari perjalanan studio yang sebelumnya berkontribusi signifikan dalam estetika visual Absolum. Likuidasi yudisial di Prancis biasanya terjadi ketika perusahaan tidak mampu membayar utang dan tidak ada prospek perbaikan, sehingga pengadilan mengambil alih aset untuk melunasi kreditor.
Kontras antara kesuksesan produk dan kegagalan studio ini menyoroti realitas pahit industri pengembangan gim. Banyak studio kecil yang bergantung pada satu atau dua proyek besar, dan ketika pendapatan tidak cukup untuk menutup biaya operasional, risiko likuidasi mengintai. Kasus Supamonks menjadi pengingat bahwa kesuksesan komersial sebuah gim tidak selalu menjamin kelangsungan hidup para pengembangnya.
Bagi industri gim Indonesia, kabar ini bisa menjadi pelajaran berharga. Ekosistem pengembangan gim lokal yang masih tumbuh perlu memperhatikan manajemen keuangan dan diversifikasi proyek agar tidak bergantung pada satu kesuksesan. Kolaborasi dengan penerbit besar seperti Dotemu memang membuka peluang, tetapi juga membawa risiko jika kontrak tidak dirancang dengan baik. Ke depannya, para pengembang tanah air perlu lebih cermat dalam menyusun strategi bisnis yang berkelanjutan.
Pertanyaan besar kini menggantung: apakah aset intelektual Absolum akan terpengaruh? Mengingat Supamonks hanya menangani aspek seni, kemungkinan besar hak cipta tetap berada di tangan Dotemu dan Guard Crush Games. Namun, likuidasi ini bisa memperlambat pengembangan konten tambahan atau sekuel. Industri akan mengawasi bagaimana Dotemu merespons situasi ini, terutama dalam menjaga hubungan dengan para penggemar yang sudah menanti kelanjutan Absolum.



