COCO Rights Issue: Saham Melesat 34% di Tengah Target Dana Rp1,28 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Emiten makanan ringan COCO menggelar rights issue dengan target dana hingga Rp1,28 triliun untuk ekspansi dan modal kerja.
- Saham COCO langsung menyentuh batas auto reject atas (ARA) ke Rp172 pada hari pengumuman aksi korporasi tersebut.
- Pemegang saham lama berhak memperoleh 3 HMETD per saham yang dimiliki, dengan periode perdagangan HMETD pada 14-21 Juli 2026.

Saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) melesat hingga batas auto reject atas (ARA) pada perdagangan hari ini, setelah emiten makanan ringan itu mengumumkan rencana rights issue senilai maksimal Rp1,28 triliun. Lonjakan harga sebesar 34,38% ke level Rp172 per saham mencerminkan antusiasme pasar terhadap aksi korporasi yang akan memberikan hak istimewa kepada pemegang saham lama.
Melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III, COCO akan menerbitkan sebanyak 10,68 miliar saham baru atau setara 75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan Rp120 per saham, lebih rendah dari harga pasar saat ini, sehingga memberikan diskon signifikan bagi investor yang berpartisipasi. Dana yang dihimpun, setelah dikurangi biaya emisi, diperkirakan mencapai Rp1,17 triliun dan akan dialokasikan untuk ekspansi usaha serta modal kerja operasional.
Bagi investor ritel Indonesia, aksi korporasi ini menawarkan peluang sekaligus risiko. Setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 10 Juli 2026 berhak memperoleh 3 HMETD untuk setiap 1 saham yang dimiliki. HMETD tersebut dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia selama periode 14-21 Juli 2026. Jika tidak dilaksanakan hingga batas waktu, hak tersebut hangus. Dengan harga pelaksanaan yang lebih rendah dari harga pasar, rights issue ini berpotensi memberikan keuntungan jangka pendek, namun juga berpotensi dilusi bagi pemegang saham yang tidak ikut serta.
Pemegang saham utama COCO, Mahogany Global Investment Pte. Ltd, yang menguasai 51,32% saham, dipastikan akan menjadi pembeli siaga untuk sisa saham yang tidak diambil bagian, maksimal 4,3 miliar saham. Langkah ini memberikan jaminan bahwa dana yang ditargetkan akan terkumpul penuh. Selain rights issue, COCO juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak 355,9 juta unit, melekat pada setiap 30 saham baru hasil HMETD. Waran tersebut memiliki harga pelaksanaan Rp800 per saham dan berlaku hingga 2031, memberikan insentif tambahan bagi investor yang berpartisipasi.
Dana hasil rights issue akan digunakan terutama untuk ekspansi dan investasi usaha, sementara dana dari waran akan dialokasikan untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku, pemasaran, pengembangan produk, dan digitalisasi operasional. Langkah ini menunjukkan ambisi COCO untuk memperkuat posisinya di industri makanan ringan yang kompetitif.
Dengan kapitalisasi pasar saat ini sekitar Rp612 miliar, rights issue ini akan meningkatkan jumlah saham beredar secara signifikan. Investor perlu mencermati jadwal kritis: cum HMETD di pasar reguler pada 8 Juli 2026, ex HMETD pada 9 Juli, dan recording date pada 10 Juli. Setelah itu, HMETD akan diperdagangkan dan dapat dilaksanakan hingga 21 Juli. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah lonjakan harga saham hari ini akan bertahan hingga periode pelaksanaan, atau justru menjadi sinyal overbought yang perlu diwaspadai.



