Sultan Selangor Beri Penghargaan ke Anwar dan Najib atas LRT3, Kritik Lim Guan Eng dan Tony Pua
Baca dalam 60 detik
- Sultan Selangor memuji mantan PM Najib dan PM Anwar atas peran mereka dalam proyek LRT3, namun mengecam mantan menteri keuangan Lim Guan Eng dan Tony Pua yang memangkas investasi.
- Proyek LRT3 mengalami penundaan 18 bulan akibat pergantian pemerintahan 2018 dan 19 bulan karena pandemi, serta pengurangan skala yang menyebabkan stasiun lebih kecil dan lima stasiun dibatalkan.
- Anwar Ibrahim memulihkan lima stasiun yang dibatalkan dan memerintahkan pembangunan rumah terjangkau di sekitar stasiun LRT3, mendapat apresiasi dari Sultan.

Dalam sebuah pidato kerajaan yang dirilis bertepatan dengan peresmian jalur LRT3 Shah Alam, Sultan Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah secara terbuka memberikan penghargaan kepada mantan Perdana Menteri Najib Razak dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim atas kontribusi mereka dalam mewujudkan proyek transportasi massal tersebut. Namun, baginda juga melontarkan kritik tajam kepada mantan Menteri Keuangan Lim Guan Eng dan mantan anggota DAP Tony Pua yang dianggap bertanggung jawab atas pemangkasan skala proyek.
Sultan Sharafuddin mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Klang, Shah Alam, dan Kuala Lumpur pertama kali ia sampaikan kepada Najib pada tahun 2015. Saat itu, baginda menerima banyak surat, terutama dari ibu rumah tangga, yang mengeluhkan suami mereka pulang larut malam akibat kemacetan di Federal Highway. Menurut baginda, Klang saat itu hanya memiliki dua jembatan yang melintasi Sungai Klang, sehingga memperburuk kemacetan jam sibuk. Sebagai langkah awal, pemerintahan Najib kemudian menghapuskan plaza tol Batu Tiga dan Sungai Rasau pada 2018 untuk mengurangi kemacetan.
Namun, proyek LRT3 mengalami hambatan serius setelah pergantian pemerintahan pada 2018. Sultan Sharafuddin mencatat bahwa proyek tertunda lebih dari 18 bulan akibat perubahan kebijakan, dan kemudian kembali terhambat 19 bulan karena pandemi Covid-19. Baginda secara khusus menyoroti keputusan Kementerian Keuangan di bawah Lim Guan Eng, bersama penasihatnya Tony Pua, yang mengurangi investasi proyek dengan alasan LRT3 merupakan "proyek mega".
"Saya ingin menegaskan bahwa ini bukan proyek mega untuk prestiseโmelainkan proyek untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat saya," tegas Sultan Sharafuddin dalam pernyataannya, Rabu (1 Juli). Baginda menjelaskan bahwa pemangkasan tersebut mengakibatkan stasiun yang lebih kecil, jumlah gerbong kereta yang lebih sedikit, dan pembatalan lima stasiun yang direncanakan di sepanjang jalur.
Sultan Sharafuddin kemudian menyampaikan terima kasih kepada Anwar Ibrahim yang setelah menjabat sebagai perdana menteri dan menteri keuangan memulihkan lima stasiun yang dibatalkan tersebut. Anwar juga menyetujui pembangunan perumahan terjangkau di sekitar stasiun LRT3. "Beliau juga menginstruksikan agar tidak ada lagi hambatan dari pihak mana pun yang mempengaruhi proyek ini. Terima kasih dan selamat bekerja kepada Anwar," ujar baginda.
Meski memberikan apresiasi, Sultan Sharafuddin menekankan bahwa tidak ada satu pihak pun yang boleh mengklaim kredit tunggal atas proyek ini. "Proyek ini adalah hasil perencanaan, komitmen, dan kerja sama lintas beberapa pemerintahan demi kepentingan rakyat Selangor," kata baginda. Sultan juga berharap LRT3 dapat mengurangi kemacetan lalu lintas, menyediakan moda transportasi yang lebih cepat, aman, dan nyaman, serta memperkuat konektivitas antara Kuala Lumpur, Petaling Jaya, Shah Alam, dan Klang. Baginda mendesak Prasarana untuk memelihara jalur tersebut dengan baik guna memastikan operasi yang lancar.
Pernyataan Sultan Selangor ini menjadi sorotan karena secara langsung mengkritik mantan pejabat tinggi negara, sambil memberikan pengakuan kepada dua perdana menteri dari latar belakang politik berbeda. Hal ini juga menyoroti pentingnya proyek infrastruktur publik yang kerap menjadi ajang tarik-menarik politik. Ke depan, kelancaran operasional LRT3 dan dampaknya terhadap mobilitas warga Selangor akan menjadi ujian bagi komitmen semua pihak yang terlibat.



