PMI Nigeria Turun ke 53,4 pada Juni: Ekspansi Melambat, Biaya Masih Menekan
Baca dalam 60 detik
- Indeks PMI Nigeria turun dari 54,1 menjadi 53,4 pada Juni 2026, menandai perlambatan ekspansi sektor swasta meski masih di atas ambang 50,0.
- Kenaikan biaya bahan bakar, bahan baku, dan transportasi mendorong inflasi harga input, meskipun lajunya melambat ke level terendah dalam empat bulan.
- Optimisme bisnis mencapai level tertinggi dalam setahun, didorong oleh rencana ekspansi dan akuisisi stok, namun risiko seperti ketidakamanan pangan dan tekanan nilai tukar membayangi prospek.

Ekspansi sektor swasta Nigeria kehilangan momentum pada Juni 2026. Indeks Manajer Pembelian (PMI) utama turun menjadi 53,4 dari 54,1 pada bulan sebelumnya, menurut laporan S&P Global/Stanbic IBTC yang dirilis pekan ini. Meskipun masih berada di atas ambang 50,0 yang menandakan pertumbuhan, perlambatan ini mengindikasikan bahwa tekanan biaya mulai menggerogoti daya tahan dunia usaha di negara dengan ekonomi terbesar di Afrika itu.
Laporan tersebut mencatat bahwa permintaan yang membaik masih mendukung kenaikan output dan pesanan baru. Namun, laju pertumbuhan di kedua indikator tersebut lebih rendah dibandingkan Mei. Dari empat sektor utama yang disurvei, hanya sektor manufaktur yang mencatat kontraksi aktivitas bisnis. Sektor pertanian, jasa, dan konstruksi masih tumbuh, meskipun dengan kecepatan yang berkurang.
Kenaikan biaya operasional menjadi momok utama. Harga bahan bakar, bahan baku, dan transportasi terus meningkat, mendorong biaya input naik tajam. Meskipun laju inflasi harga input sedikit melambat ke level terendah dalam empat bulan, perusahaan tetap meneruskan beban tersebut ke konsumen dengan menaikkan harga jual. Inflasi harga output bahkan sedikit meningkat dibandingkan Mei, menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih tertekan.
Di sisi ketenagakerjaan, terjadi kabar positif. Perusahaan terus menambah karyawan selama 13 bulan berturut-turut, dengan tingkat penciptaan lapangan kerja tertinggi sejak Februari. Namun, kenaikan upah juga ikut mendorong kenaikan biaya staf, karena perusahaan berusaha membantu pekerja menghadapi kenaikan biaya hidup. Sementara itu, rantai pasok mulai menunjukkan tanda-tanda ketegangan: waktu pengiriman dari pemasok memanjang untuk pertama kalinya dalam setahun, terutama akibat buruknya kondisi jalan.
Muyiwa Oni, Kepala Riset Ekuitas Afrika Barat di Stanbic IBTC Bank, menilai bahwa meskipun laju pertumbuhan melambat, sektor swasta Nigeria masih mencatat kenaikan output pada akhir kuartal kedua. โPermintaan yang lebih tinggi dan pengembangan produk baru mendukung peningkatan volume penjualan,โ ujarnya. Oni juga menyoroti bahwa kepercayaan bisnis naik ke level tertinggi dalam 12 bulan, dengan perusahaan mengandalkan kemampuan memperoleh stok baru, rencana ekspansi, dan upaya periklanan sebagai faktor optimisme.
Bagi Indonesia, perlambatan pertumbuhan sektor swasta Nigeria menjadi pengingat akan kerentanan ekonomi berbasis komoditas terhadap tekanan biaya dan gangguan rantai pasok. Nigeria dan Indonesia sama-sama menghadapi tantangan inflasi pangan, depresiasi mata uang, dan ketidakpastian global. Jika Nigeria, yang merupakan anggota OPEC dan mitra dagang strategis Indonesia di Afrika, mengalami perlambatan, hal itu dapat memengaruhi permintaan ekspor Indonesia, terutama untuk produk kelapa sawit dan barang manufaktur. Selain itu, kenaikan biaya transportasi dan bahan baku di Nigeria juga berpotensi menaikkan harga komoditas global yang diimpor Indonesia.
Ke depan, Oni memperkirakan pertumbuhan PDB Nigeria pada kuartal kedua 2026 mencapai 3,94% year-on-year, lebih tinggi dari 3,89% pada kuartal pertama. Namun, ia mengingatkan sejumlah risiko: ketidakamanan yang meluas yang dapat membatasi produksi pangan, tekanan nilai tukar yang kembali muncul, kondisi cuaca ekstrem, harga pupuk yang lebih tinggi, serta lingkungan global yang bergejolak yang dapat memengaruhi sentimen dan membatasi arus modal. Pertanyaan besarnya: mampukah Nigeria mempertahankan momentum ekspansi di tengah tekanan biaya yang masih membara?



