Microsoft Dikabarkan Tutup Arkane Studios dan Batalkan Marvel's Blade
Baca dalam 60 detik
- Microsoft diperkirakan akan melakukan PHK massal pada Juli 2026, dengan potensi penutupan lima studio dan pemotongan 1.000 pekerjaan.
- Arkane Studios, pengembang game ternama, dikabarkan akan dijual atau ditutup, sementara proyek Marvel's Blade terancam batal karena pembengkakan biaya dan penundaan jadwal.
- Langkah ini menandai restrukturisasi besar Xbox yang dapat mengubah peta industri game global, termasuk dampak pada pasar Indonesia.

Microsoft kembali menjadi sorotan setelah beredar kabar bahwa perusahaan teknologi raksasa itu berencana melakukan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang dimulai pada 6 Juli 2026. Langkah ini tidak hanya akan memangkas ribuan tenaga kerja, tetapi juga berpotensi menutup hingga lima studio game, termasuk Arkane Studios yang selama ini dikenal lewat seri Dishonored dan Deathloop.
Informasi tersebut diungkap oleh jurnalis Tom Warren dari The Verge, mengutip sumber internal Xbox. Menurut laporan itu, Microsoft tengah mempertimbangkan untuk menghentikan pengembangan Marvel's Blade, proyek ambisius yang seharusnya menjadi andalan Arkane. Target rilis internal game tersebut dikabarkan mundur hingga akhir 2027, sementara anggaran awal telah membengkak secara signifikan. Kondisi ini mendorong Microsoft untuk mencari pembeli bagi Arkane Studios, alih-alih terus mendanai proyek yang dianggap tidak efisien.
Keputusan ini bukanlah yang pertama bagi Microsoft. Sebelumnya, perusahaan telah menutup beberapa studio seperti Tango Gameworks dan Alpha Dog Games pada 2024. Langkah tersebut menuai kritik dari komunitas gamer karena dianggap mengorbankan kreativitas demi efisiensi bisnis. Kini, dengan kabar terbaru, kekhawatiran akan masa depan industri game kembali mengemuka. Analis menilai bahwa Microsoft tengah melakukan konsolidasi besar-besaran untuk memfokuskan sumber daya pada waralaba utama seperti Halo dan Call of Duty, meninggalkan proyek-proyek yang dianggap berisiko tinggi.
Bagi Indonesia, dampak dari restrukturisasi ini mungkin tidak langsung terasa, tetapi dapat memengaruhi ketersediaan game-game berkualitas di pasar. Arkane Studios dikenal memiliki basis penggemar setia di Tanah Air, terutama melalui game Prey dan Dishonored. Jika studio ini benar-benar ditutup, para penggemar harus merelakan potensi sekuel atau proyek baru yang inovatif. Selain itu, PHK massal di Microsoft juga dapat memicu efek domino pada industri game global, termasuk di Asia Tenggara, di mana banyak pengembang independen bergantung pada platform Xbox.
โMicrosoft tampaknya lebih memilih pendekatan aman dengan mengandalkan waralaba yang sudah terbukti, meninggalkan eksperimen kreatif yang justru menjadi ciri khas Arkane,โ ujar seorang analis industri game yang enggan disebutkan namanya.
Kabar ini juga memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan Marvel's Blade. Proyek yang diumumkan pada 2023 itu sempat menjadi salah satu game paling dinantikan, mengingat kesuksesan Marvel's Spider-Man dan Guardians of the Galaxy. Namun, dengan mundurnya jadwal rilis dan membengkaknya biaya, nasib game tersebut kini berada di ujung tanduk. Jika benar dibatalkan, ini akan menjadi pukulan telak bagi para penggemar Marvel dan gamer yang menantikan adaptasi berkualitas tinggi.
Ke depan, langkah Microsoft ini akan menjadi ujian bagi strategi akuisisi besar-besaran yang dilakukan perusahaan beberapa tahun terakhir. Apakah pembelian Activision Blizzard senilai 69 miliar dolar AS akan berbuah manis, atau justru memicu gelombang PHK dan penutupan studio yang lebih luas? Publik dan investor tentu akan mengawasi dengan saksama.



