Bank Mandiri Buktikan Peran Penggerak Ekonomi: KUR Tembus Rp40,99 Triliun, 3,5 Juta Rekening Baru Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Bank Mandiri mencatat penyaluran KUR sebesar Rp40,99 triliun pada 2025, melampaui target 106,5%, dengan 61,54% mengalir ke sektor produktif seperti pertanian dan industri pengolahan.
- Jaringan Mandiri Agen yang mencapai 111.035 titik berhasil membuka 3,5 juta rekening baru dan melayani 963 ribu debitur KUR, memperluas akses keuangan hingga pelosok negeri.
- Program pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Pokjar menjangkau 21.074 PMI, sementara 17.600 UMKM mendapat pendampingan di Rumah BUMN, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Bank Mandiri menegaskan komitmennya sebagai motor inklusi keuangan nasional dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp40,99 triliun sepanjang 2025, melampaui target yang ditetapkan. Angka ini setara 106,5 persen dari pagu yang direncanakan, dengan lebih dari separuhnya—tepatnya 61,54 persen—dialokasikan ke sektor produksi seperti pertanian, jasa produksi, industri pengolahan, dan perikanan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa bank bersandi saham BMRI tersebut tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga dampak sosial yang terukur.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menekankan bahwa keberhasilan perusahaan harus diukur dari kemampuannya menciptakan akses keuangan yang merata. "Kami percaya pertumbuhan ekonomi yang inklusif adalah pilar penting bagi kemajuan bangsa," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026). Menurut Henry, ekosistem layanan yang dibangun Bank Mandiri dirancang untuk menjangkau kelompok yang selama ini terpinggirkan dari layanan keuangan formal, sehingga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia.
Di luar pembiayaan, Bank Mandiri juga memperkuat akses perbankan melalui jaringan Mandiri Agen yang mencapai 111.035 titik di seluruh Indonesia. Jaringan ini berhasil memfasilitasi pembukaan sekitar 3,5 juta rekening baru dan melayani 963 ribu debitur KUR, serta mendukung pengelolaan 531 koperasi desa dan kecamatan. Langkah ini sejalan dengan penilaian Customer Experience 100 (CX100) yang digagas Danantara, yang menjadikan kemudahan, keamanan, dan kedekatan layanan sebagai standar kualitas BUMN. Bagi Bank Mandiri, kenyamanan bukan sekadar klaim, melainkan bukti yang dirasakan masyarakat setiap hari.
Perhatian khusus juga diberikan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Program Kelompok Belajar (Pokjar) yang menjangkau 21.074 PMI aktif di berbagai negara. Program ini memberikan edukasi literasi keuangan, akses perbankan formal, serta kemudahan remitansi melalui Mandiri International Remittance di Malaysia. Bank Mandiri memandang pemberdayaan PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja migran dan menopang ketahanan ekonomi keluarga. Sementara itu, untuk mendukung UMKM, sebanyak 17.600 pelaku usaha mendapat pendampingan melalui Rumah BUMN, dan program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) melahirkan 20 finalis wirausaha terbaik yang diharapkan menjadi generasi pengusaha masa depan.
Henry Panjaitan menegaskan bahwa keseluruhan program ini merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri untuk menghadirkan pertumbuhan yang bermakna. "Kami ingin terus berkontribusi membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan lestari," tutupnya. Dengan ekosistem yang saling terhubung antara akses keuangan, pembiayaan produktif, dan pemberdayaan, Bank Mandiri semakin mempertegas perannya sebagai penggerak ekonomi negeri yang menghubungkan masyarakat dengan peluang kesejahteraan yang lebih merata.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa perluasan akses ini diikuti dengan peningkatan literasi keuangan dan kapasitas usaha agar dampaknya benar-benar berkelanjutan. Akankah Bank Mandiri mampu mempertahankan laju pertumbuhan inklusif ini di tengah tekanan ekonomi global? Jawabannya akan menentukan sejauh mana sektor perbankan nasional dapat menjadi fondasi ketahanan ekonomi keluarga Indonesia.



