Meksiko Menggila di Azteca: Ancaman Nyata bagi Inggris di Babak 16 Besar
Baca dalam 60 detik
- Meksiko mengalahkan Ekuador 2-0 di Stadion Azteca, melaju ke babak 16 besar Piala Dunia dengan rekor sempurna: empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
- Rekor kandang Meksiko di Azteca sangat menakutkan: 70 kemenangan dari 89 laga kompetitif, hanya dua kekalahan, dan belum pernah kalah dalam 10 partai Piala Dunia di sana.
- Jika Inggris lolos dari DR Kongo, mereka harus menghadapi Meksiko di Aztecaโlaga yang dianggap sebagai 'Piala Dunia yang berbeda' oleh pelatih Ange Postecoglou.

Meksiko mengirim sinyal peringatan keras ke seluruh peserta Piala Dunia setelah melibas Ekuador 2-0 di Stadion Azteca, Selasa malam. Kemenangan ini memastikan langkah El Tri ke babak 16 besar dengan catatan sempurna: empat pertandingan, empat kemenangan, delapan gol dicetak, dan nol kebobolan. Kini, calon lawan mereka adalah Inggris atau DR Kongoโdan jika Inggris yang lolos, mereka akan menghadapi mimpi buruk di stadion yang dijuluki 'benteng' itu.
Penampilan Meksiko di turnamen ini jauh melampaui ekspektasi. Banyak pengamat meragukan mereka bisa bersaing setelah tampil inkonsisten di babak kualifikasi. Namun, di bawah arahan pelatih yang disiplin, tim ini menjelma menjadi mesin permainan yang solid. Kemenangan atas Ekuador, yang harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-30, menunjukkan efisiensi dan ketajaman yang jarang terlihat dari Meksiko dalam satu dekade terakhir.
Bagi Indonesia, performa Meksiko ini menarik untuk dicermati. Sebagai negara dengan basis penggemar sepak bola yang besar, gaya bermain Meksiko yang mengandalkan kecepatan sayap dan pressing ketat bisa menjadi referensi bagi pengembangan sepak bola nasional. Selain itu, keberhasilan Meksiko memanfaatkan faktor kandang di Azteca mengingatkan pada potensi besar stadion-stadion di Indonesia jika dikelola dengan baik untuk turnamen internasional.
Kekuatan Meksiko tidak hanya terletak pada rekor kandang. Julian Quinones, striker 29 tahun yang bermain di Al-Qadsiah (Arab Saudi), menjadi bintang dengan tiga gol di turnamen ini, termasuk gol pembuka melawan Ekuador yang spektakuler. Sementara itu, Raul Jimenez kembali menunjukkan ketajamannya setelah masa sulit cedera. Di lini belakang, duet bek tengah yang tangguh membuat lawan kesulitan menembus pertahanan.
Namun, ada satu bayang-bayang yang menghantui para penggemar Meksiko: kutukan 'quinto partido' atau pertandingan kelima. Sejak 1970, Meksiko selalu tersingkir di babak perempat final (laga kelima mereka) setelah mencapai fase tersebut. Tahun ini, mereka bertekad mematahkan kutukan itu. Mantan striker Nigeria Efan Ekoku memuji performa Meksiko sebagai salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir, menyebut mereka disiplin, terampil, dan ulet.
Jika Inggris menjadi lawan di babak 16 besar, laga itu akan menjadi ujian mental dan taktik. Pelatih Thomas Tuchel, yang baru mengambil alih timnas Inggris, harus menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi atmosfer Azteca yang mencekik. Seperti dikatakan Ange Postecoglou, bermain di Meksiko seperti memasuki Piala Dunia yang berbeda. Pertanyaannya, mampukah Inggris memecahkan tembok Azteca, atau justru Meksiko yang akan melanjutkan mimpi indah mereka?



