Hashim Djojohadikusumo Jadi Komisaris Utama WIFI, Dividen Rp10,6 Miliar Disetujui
Baca dalam 60 detik
- RUPST PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) mengangkat Hashim Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama dan Hendrik Tee sebagai Direktur Utama.
- Pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai Rp10,6 miliar atau Rp2 per saham, mencerminkan kinerja positif tahun 2025.
- Perombakan jajaran direksi dan komisaris ini diharapkan memperkuat tata kelola dan strategi pertumbuhan jangka panjang WIFI.

PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) resmi menunjuk Hashim S. Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (1/7/2026). Langkah ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa emiten penyedia layanan internet itu tengah merombak haluan strategis di tengah persaingan ketat industri telekomunikasi tanah air.
Selain Hashim, jajaran komisaris juga diperkuat oleh Fadel Muhammad sebagai Komisaris. Sementara di kubu direksi, Hendrik Tee didapuk menjadi Direktur Utama, menggantikan posisi sebelumnya. Henny Santoso juga diangkat sebagai Direktur, melengkapi susunan direksi yang kini berjumlah enam orang, termasuk Shannedy Ong, Andrew, Yune Marketatmo, dan Mohammad Mustaghfirin.
Manajemen WIFI menyatakan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan pengambilan keputusan strategis. "Dengan komposisi yang lebih solid, perseroan berada pada posisi lebih kuat untuk menjalankan strategi pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Keputusan lain yang tak kalah penting adalah persetujuan pembagian dividen tunai sebesar Rp10,6 miliar, setara Rp2 per saham. Jumlah ini mencerminkan komitmen WIFI untuk memberikan imbal hasil langsung kepada investor di tengah ekspansi bisnis. Manajemen menyebut dividen tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemegang saham seiring pertumbuhan kinerja usaha sepanjang tahun 2025.
Bagi investor di pasar modal Indonesia, langkah WIFI ini menarik perhatian karena melibatkan figur publik seperti Hashim Djojohadikusumo, yang dikenal memiliki pengalaman di dunia bisnis dan politik. Kehadirannya diharapkan membuka akses lebih luas terhadap jaringan strategis, terutama di sektor infrastruktur digital yang tengah digenjot pemerintah.
WIFI sendiri bergerak di bidang penyediaan layanan internet dan solusi digital, segmen yang kian kompetitif dengan hadirnya pemain besar seperti Telkom dan penyedia layanan over-the-top. Dengan perombakan ini, WIFI tampaknya ingin menegaskan posisinya sebagai pemain yang siap bertaruh pada tata kelola yang lebih profesional dan agresif dalam meraih pangsa pasar.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah langkah ini akan diikuti dengan aksi korporasi lain, seperti rights issue atau akuisisi, untuk mendanai ekspansi. Investor patut mencermati realisasi strategi baru di bawah kepemimpinan Hashim dan Hendrik Tee dalam beberapa kuartal mendatang.



