Mexico Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Hajar Ekuador 2-0
Baca dalam 60 detik
- Tim tuan rumah Meksiko memastikan tempat di babak 16 besar setelah menundukkan Ekuador 2-0 di Stadion Mexico City, dengan gol Julian Quinones dan Raul Jimenez.
- Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Meksiko di turnamen dan menunjukkan dominasi mereka di Grup A, sekaligus menjadi modal berharga jelang laga melawan Inggris atau Kongo DR.
- Pertandingan sempat tertunda satu jam karena cuaca buruk, dan Ekuador harus bermain dengan 10 orang setelah Piero Hincapie mendapat kartu merah di masa injury time.

Meksiko memastikan langkah mulus ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Ekuador dengan skor 2-0 dalam laga yang berlangsung di Stadion Mexico City, Minggu (30/6) waktu setempat. Dua gol dari Julian Quinones dan Raul Jimenez sudah cukup untuk mengantar skuad asuhan Javier Aguirre melaju tanpa terkalahkan di fase grup.
Pertandingan yang sempat tertunda satu jam akibat hujan deras dan kondisi cuaca buruk itu justru menjadi panggung bagi Meksiko untuk menunjukkan agresivitas sejak menit awal. Gilberto Mora, Luis Romo, dan Raul Jimenez bergantian mengancam gawang Ekuador yang dikawal Hernan Galindez. Meski Ekuador sempat membalas lewat tembakan John Yeboah yang mengenai tiang, Meksiko tetap mendominasi penguasaan bola dan peluang.
Gol pembuka lahir pada menit ke-22 melalui Quinones. Memanfaatkan umpan terobosan Roberto Alvarado, Quinones yang lolos dari jebakan offside melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti yang tak mampu dihalau Galindez. Hanya berselang sembilan menit, Quinones kembali menjadi kreator dengan memberikan assist kepada Jimenez yang dengan tenang menggandakan keunggulan.
Babak kedua berjalan lebih terkendali. Meksiko memilih bermain lebih bertahan sambil sesekali melancarkan serangan balik. Lini belakang yang dikomandoi Cesar Montes dan Johan Vasquez tampil solid, sementara kiper Raul Rangel kembali menunjukkan ketangguhannya dengan menjaga gawang tetap perawan. Ekuador yang tertinggal dua gol kesulitan menembus pertahanan rapat Meksiko.
Petaka bagi Ekuador datang pada menit ke-90+5, ketika bek Piero Hincapie mendapat kartu merah langsung setelah terlibat adu mulut dengan penyerang Meksiko Santiago Gimenez. Wasit menilai Hincapie melakukan gestur provokatif dengan menutup mulut saat berbicara, yang dianggap sebagai pelanggaran serius. Dengan keunggulan jumlah pemain, Meksiko semakin nyaman menguasai pertandingan hingga peluit panjang berbunyi.
Bagi Meksiko, kemenangan ini sekaligus memutus catatan buruk melawan tim Amerika Selatan di Piala Dunia. Sebelumnya, dari 14 pertemuan, Meksiko hanya sekali menang, yaitu saat melawan Ekuador pada tahun 2002 — ketika Aguirre juga menjadi pelatih. Kini, Meksiko akan menghadapi pemenang laga antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo pada 5 Juli mendatang di stadion yang sama.
Dengan performa impresif sejauh ini, Meksiko layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat untuk melaju lebih jauh. Pertanyaan besarnya: mampukah El Tri mempertahankan konsistensi saat berhadapan dengan lawan yang lebih berat di babak knockout? Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Meksiko bisa menjadi referensi bagaimana tim tuan rumah memanfaatkan dukungan publik dan faktor kandang untuk meraih hasil maksimal — pelajaran berharga jika Indonesia kelak bermimpi menjadi tuan rumah Piala Dunia.



