Prabowo Puji 1.000 Dapur Gizi Polri: Standar Terbaik Program MBG
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo menilai dapur gizi Polri sebagai yang terbaik di antara ribuan SPPG program Makan Bergizi Gratis.
- Pujian ini disampaikan dalam HUT Bhayangkara ke-80, menegaskan peran Polri di luar tugas keamanan.
- Keterlibatan Polri dalam ketahanan pangan dan infrastruktur desa dinilai memperkuat sinergi sipil-militer.

Presiden Prabowo Subianto secara khusus memuji kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun Polri, menyebutnya sebagai yang terbaik di antara ribuan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pujian itu disampaikan di hadapan ribuan personel dalam upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7).
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa Polri telah membangun lebih dari 1.000 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. "Dapur-dapur yang dibangun oleh Polri adalah yang terbaik," tegasnya, seraya menambahkan bahwa penilaian itu bukan hanya dari dirinya, melainkan juga dari pengamat dan lembaga internasional yang pernah meninjau langsung fasilitas tersebut. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam keamanan, tetapi juga menjadi garda depan program sosial strategis pemerintah.
Program MBG sendiri merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang bertujuan menekan angka malnutrisi dan stunting. Dengan adanya SPPG, distribusi makanan bergizi dapat menjangkau anak sekolah dan ibu hamil di daerah terpencil. Keterlibatan Polri dalam pembangunan dapur dinilai mempercepat realisasi target karena institusi ini memiliki jaringan logistik dan personel yang luas hingga ke tingkat desa.
Selain memuji SPPG, Prabowo juga mengapresiasi kontribusi Polri dalam program ketahanan pangan, khususnya produksi jagung. Ia menyebut Polri telah membangun gudang-gudang pangan berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan untuk menyangga stok nasional. Langkah ini dinilai strategis mengingat Indonesia masih bergantung pada impor jagung untuk pakan ternak dan industri pangan.
Di luar urusan pangan, Prabowo menyoroti pembangunan sumur bor air dan jembatan oleh Polri di berbagai daerah. Infrastruktur dasar ini, menurutnya, sangat membantu masyarakat yang terdampak bencana dan daerah yang kesulitan akses air bersih. "Semangat inilah yang harus terus dipelihara," ucapnya, menekankan pentingnya peran Polri dalam pembangunan non-keamanan.
Komentar Prabowo ini muncul di tengah upaya pemerintah memperluas program MBG ke seluruh Indonesia. Dengan kapasitas Polri yang terbukti mampu membangun dapur berkualitas, muncul pertanyaan apakah institusi lain seperti TNI atau kementerian dapat meniru model ini. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar target 10.000 SPPG pada 2025 dapat tercapai tanpa mengorbankan standar gizi.
Ke depan, efektivitas SPPG Polri akan diuji melalui evaluasi independen. Jika hasilnya sesuai klaim, bukan tidak mungkin model ini direplikasi di negara lain yang memiliki program serupa. Namun, tantangan distribusi dan keberlanjutan pendanaan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab pemerintah.



