Mbappe Jadi Nyawa Tim, Prancis Laju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Swedia 3-0 di babak 32 besar, memperpanjang rekor 18 gol dalam 18 laga Piala Dunia.
- Kapten Prancis itu tak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga menjadi pemersatu skuad, membela rekan setim dan menunjukkan kepemimpinan di luar lapangan.
- Kemenangan ini memperkuat status Prancis sebagai kandidat juara, dengan Mbappe dan pelatih Didier Deschamps dalam harmoni sempurna menuju laga kontra Paraguay.

Kylian Mbappe kembali menjadi pusat perhatian di Piala Dunia 2026. Dua golnya membawa Prancis menekuk Swedia 3-0 di babak 32 besar, Selasa (1/7) waktu setempat, sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar. Namun, lebih dari sekadar torehan gol, kapten Les Bleus itu kini menjelma menjadi jiwa tim yang haus gelar.
Pertandingan di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, itu menjadi panggung bagi Mbappe untuk menunjukkan bahwa ia bukan sekadar mesin gol. Gol pembuka pada menit ke-45—sebuah tembakan keras dari sisi kiri yang bersarang di tiang jauh—langsung disusul selebrasi emosional. Mbappe berlari ke pinggir lapangan dan memeluk pelatih Didier Deschamps, yang baru kembali empat hari sebelumnya setelah menghadiri pemakaman ibunya. Seluruh pemain Prancis mengikuti, menciptakan momen kebersamaan yang sulit diabaikan.
Gol kedua diciptakan Bradley Barcola pada menit ke-53 memanfaatkan umpan Michael Olise, sebelum Mbappe menutup pesta dengan gol keduanya di menit ke-74. Umpan terobosan Olise kembali menjadi kunci, dan Mbappe dengan tenang menaklukkan kiper Swedia. Kemenangan ini membuat catatan Mbappe di Piala Dunia mencapai 18 gol dalam 18 penampilan, dengan 10 di antaranya tercipta di fase gugur—sebuah rekor yang menegaskan statusnya sebagai pembunuh berdarah dingin di panggung terbesar.
Namun, yang membuat Mbappe berbeda di turnamen ini adalah perannya di luar lapangan. Di tengah kritik yang menyebutnya individualis di Real Madrid, Mbappe justru tampil sebagai kapten yang membela rekan setim. Ia secara terbuka mendukung Ousmane Dembele di masa sulit, dan saat Olise membuang peluang emas di babak kedua, Mbappe langsung menyemangatinya. Pelatih Deschamps memuji transformasi ini: "Kylian tahu cara bertahan. Ia juga mencetak gol—lebih dari siapa pun. Saya katakan sejak awal: dia sedang dalam misi. Bahkan dalam latihan kebugaran, dia selalu finis pertama. Gambaran orang luar tentang dirinya jarang mencerminkan siapa dia sebenarnya."
Kebersamaan skuad Prancis menjadi sorotan. Mbappe secara khusus mendedikasikan kemenangan untuk Deschamps yang baru berduka. "Penghormatan untuk Didier Deschamps? Itu DNA grup ini. Kami semua bersama. Pelatih mengalami hal yang, sayangnya, semua orang alami suatu saat. Ini sangat berat. Dia tidak akan pernah sendirian bersama kami. Kami akan mendukungnya," ujar Mbappe usai laga.
Bagi Indonesia, performa Prancis dan Mbappe menjadi tontonan yang patut dicermati. Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memiliki jadwal siaran yang ramah bagi penonton Asia, termasuk Indonesia. Kesuksesan Prancis juga bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola nasional, terutama dalam hal pembinaan pemain muda dan kepemimpinan di lapangan. Timnas Indonesia sendiri masih berjuang untuk menembus putaran final Piala Dunia, dan melihat bagaimana Mbappe mengemban ban kapten bisa menjadi pelajaran berharga.
Prancis kini bersiap menghadapi Paraguay di babak 16 besar. Deschamps menegaskan bahwa timnya dalam misi: "Mereka sedang dalam misi, dan saya bersama mereka." Dengan harmoni antara pelatih dan kapten yang nyaris sempurna, akankah Les Bleus mampu mengulang kejayaan 1998? Atau justru sejarah pahit di final 2022 akan terulang? Semua mata tertuju pada langkah Mbappe selanjutnya.



