Prabowo Anugerahkan Samkaryanugara ke 12 Satuan Polri di Hari Bhayangkara ke-80
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan Samkaryanugara Nugraha Sakanti kepada dua satuan kerja dan sepuluh polda dalam upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor.
- Penghargaan ini diberikan atas jasa satuan Polri dalam memberikan manfaat bagi bangsa dan negara, menegaskan apresiasi pemerintah terhadap kinerja institusi kepolisian.
- Perayaan puncak HUT Bhayangkara melibatkan 9.000 peserta dari Polri, TNI, dan masyarakat, serta menampilkan parade, pameran alutsista dalam negeri, dan bantuan sosial.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyematkan tanda kehormatan Samkaryanugara Nugraha Sakanti kepada dua satuan kerja dan sepuluh Kepolisian Daerah (Polda) dalam rangkaian Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Satuan Latihan Brimob Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Senin (1/7). Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi negara atas dedikasi dan kontribusi nyata institusi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden sebagai inspektur upacara tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut mendampingi. Sekretaris Militer Presiden membacakan keputusan penganugerahan, yang menyebutkan bahwa penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas jasa satuan Polri kepada masyarakat. Samkaryanugara Nugraha Sakanti sendiri merupakan tanda kehormatan khusus bagi satuan yang dinilai berjasa memberikan manfaat signifikan bagi bangsa dan negara.
Dua satuan kerja yang menerima penghargaan adalah Divisi Hukum (Divkum) Polri dan Pusat Keuangan (Puskeu) Polri. Sementara itu, sepuluh Polda yang dianugerahi Samkaryanugara meliputi Polda Metro Jaya, Polda Banten, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Jawa Barat, Polda Sumatera Utara, Polda Riau, Polda Lampung, Polda Kalimantan Tengah, dan Polda Nusa Tenggara Barat. Pemilihan penerima ini didasarkan pada kinerja dan pencapaian masing-masing satuan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kepolisian.
Selain pemberian tanda kehormatan, rangkaian acara Hari Bhayangkara ke-80 juga dimeriahkan dengan parade, peragaan, defile, dan syukuran. Presiden Prabowo bersama Kapolri sempat melakukan inspeksi pasukan dengan menggunakan kendaraan taktis maung. Pameran alat utama (alut) dan alat khusus (alsus) milik Polri yang merupakan produk dalam negeri turut digelar, menunjukkan kemandirian industri pertahanan nasional. Tak ketinggalan, bantuan sosial kepada masyarakat juga disalurkan sebagai wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan sekitar.
Perayaan puncak HUT Bhayangkara tahun ini melibatkan sekitar 9.000 peserta yang terdiri dari personel Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan komponen masyarakat. Keterlibatan lintas sektor ini menegaskan sinergi antara aparat keamanan dan warga dalam menjaga stabilitas nasional. Momen ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja Polri selama setahun terakhir, sekaligus momentum untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan publik.
Ke depan, tantangan keamanan yang semakin kompleks menuntut Polri untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Penghargaan Samkaryanugara diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh satuan untuk semakin optimal dalam menjalankan tugas. Akankah tren peningkatan kinerja ini berlanjut di tahun-tahun mendatang, terutama dalam menghadapi dinamika sosial politik yang terus berubah?



