Pesta Gol Mbappé dan Olise: Prancis Lumat Swedia 3-0, Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappé mencetak dua gol dan Michael Olise menyumbang dua assist saat Prancis mengalahkan Swedia 3-0 di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Prancis tampil dominan dengan penguasaan bola dan peluang berlipat, sementara Swedia yang lolos sebagai peringkat tiga terbaik tak mampu memberikan perlawanan berarti.
- Kemenangan ini membawa Prancis bertemu Paraguay di babak 16 besar pada 4 Juli, sekaligus menegaskan status favorit juara turnamen.

Dua gol Kylian Mbappé dan kreasi apik Michael Olise mengantar Prancis menekuk Swedia 3-0 pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Kamis (1/7) dini hari WIB. Hasil ini memastikan langkah Les Bleus ke fase gugur berikutnya dengan catatan sempurna.
Prancis yang datang sebagai unggulan grup tak memberi kesempatan Swedia bernapas. Sepanjang pertandingan, pasukan Didier Deschamps mendominasi penguasaan bola dan menciptakan rentetan peluang berbahaya. Swedia, yang lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik, hanya mampu bertahan di awal laga sebelum akhirnya jebol.
Gol pertama lahir pada menit ke-45 melalui skema sepak pojok pendek. Olise memberikan bola kepada Ousmane Dembélé yang kemudian mengirim umpan terobosan ke Mbappé. Penyerang berusia 27 tahun itu dengan lincah melewati bek Swedia dan melesakkan bola ke sudut jauh gawang Jacob Widell Zetterström. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Prancis semakin menggila. Menit ke-53, Aurélien Tchouaméni merebut bola di tengah lapangan, lalu mengirimkannya ke Olise yang langsung melihat pergerakan Bradley Barcola. Tanpa ragu, Barcola melepaskan tembakan keras ke pojok bawah gawang. Gol ini menjadi assist keempat Olise di turnamen, menyamai catatan Bruno Guimarães dari Brasil sebagai pengumpan terbanyak sementara.
Mbappé menutup pesta gol pada menit ke-74. Olise kembali menjadi aktor utama dengan umpan terobosan yang memotong tiga pemain belakang Swedia. Kontrol sempurna Mbappé diikuti tendangan melengkung yang bersarang di pojok gawang. Ini merupakan gol ke-18 Mbappé sepanjang karier Piala Dunia, menegaskan statusnya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa.
Bagi Indonesia, performa Prancis menjadi tontonan menarik mengingat banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Piala Dunia 2026. Kehadiran pemain keturunan atau diaspora Indonesia di turnamen ini belum ada, namun gaya permainan cepat dan kolektif Prancis bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola nasional. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) kerap menjadikan tim-tim Eropa sebagai tolok ukur dalam program pembinaan usia muda.
Pelatih Didier Deschamps kembali mendampingi tim setelah absen pada laga melawan Norwegia karena menghadiri pemakaman ibunya. Kepulangannya seolah memberi energi tambahan bagi skuad. "Kami bermain dengan intensitas tinggi dan fokus penuh. Ini kemenangan penting untuk membangun momentum," ujar Deschamps dalam konferensi pers usai laga.
Di sisi lain, Swedia harus mengakui keunggulan lawan. Pelatih Janne Andersson mengatakan timnya sudah berusaha maksimal, tetapi Prancis berada di level berbeda. "Kami tidak mampu mengimbangi kecepatan dan kreativitas mereka. Ini pelajaran berharga untuk masa depan," tuturnya.
Dengan kemenangan ini, Prancis melaju ke babak 16 besar dan akan berhadapan dengan Paraguay pada 4 Juli. Paraguay sendiri lolos setelah mengalahkan Kamerun 2-1 di babak sebelumnya. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Prancis, mengingat Paraguay dikenal memiliki pertahanan solid dan serangan balik cepat.
Pertanyaan besarnya, mampukah Prancis mempertahankan performa impresif ini hingga partai puncak? Atau justru Paraguay yang akan menjadi batu sandungan? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



