Dua Polda Kini Dipimpin Jenderal Bintang Tiga: Jabar dan Metro Jaya
Baca dalam 60 detik
- Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan naik pangkat menjadi Komjen, menyusul Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri yang lebih dulu menyandang bintang tiga.
- Kenaikan pangkat ini menandai pertama kalinya dua Polda strategis dipimpin jenderal bintang tiga secara bersamaan, mencerminkan prioritas Polri pada wilayah rawan.
- Total 41.578 personel Polri mendapat kenaikan pangkat, dengan 87 perwira tinggi di antaranya, sebagai bagian dari pembinaan karier dan penghargaan dedikasi.

Polri kembali mencatat sejarah baru: untuk pertama kalinya, dua Kepolisian Daerah (Polda) strategis—Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat—kini sama-sama dipimpin oleh perwira berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga. Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan resmi menyandang pangkat tersebut pada Selasa (30/6) dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Markas Besar Polri.
Kenaikan pangkat Rudi Setiawan menjadikan Polda Jawa Barat sebagai Polda kedua setelah Polda Metro Jaya yang dikomandoi jenderal bintang tiga. Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri telah lebih dulu menyandang pangkat tersebut sejak Mei 2026 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/Polri/tahun 2026. Dengan demikian, dua wilayah dengan tingkat kompleksitas keamanan dan mobilitas tinggi—Jakarta dan Jawa Barat—kini berada di bawah kendali perwira senior berpangkat tinggi.
Dalam upacara kenaikan pangkat tersebut, Rudi Setiawan menjadi satu dari empat perwira tinggi (pati) yang naik pangkat menjadi Komjen. Tiga perwira lainnya adalah Komjen Mulia Hasudungan Ritonga, Komjen Gatot Tri Suryanta, dan Komjen Helmy Santika. Selain itu, 29 perwira tinggi lainnya naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua, termasuk Irjen Agus Wijayanto dan Irjen Himawan Bayu Aji. Sebanyak 54 perwira menengah juga resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) atau bintang satu.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas perjalanan karier, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab lebih besar. "Kenaikan pangkat merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanah dari institusi yang harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi harapan Polri agar para perwira yang naik pangkat mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks, terutama di wilayah perkotaan dan padat penduduk.
Kenaikan pangkat massal ini menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, melibatkan 41.578 personel dari berbagai tingkatan. Selain 87 perwira tinggi, kenaikan pangkat juga diberikan kepada 878 perwira menengah, 1.289 perwira pertama, 37.930 bintara, dan 1.394 tamtama. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari pembinaan karier dan penghargaan atas dedikasi serta kinerja dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Namun, di balik angka besar tersebut, publik menanti apakah peningkatan pangkat ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan dan penegakan hukum di lapangan.
Konteks domestik: Dengan dua Polda utama kini dipimpin jenderal bintang tiga, Polri tampak memperkuat pengawasan di wilayah yang menjadi pusat ekonomi dan politik nasional. Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat selama ini menghadapi tantangan besar, mulai dari kemacetan lalu lintas, kejahatan jalanan, hingga potensi gangguan keamanan saat agenda nasional. Kehadiran perwira bintang tiga diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan strategis dan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait. Namun, pertanyaan yang mengemuka: akankah kenaikan pangkat ini diikuti dengan reformasi birokrasi yang lebih transparan dan akuntabel?
Ke depan, publik akan mengamati bagaimana para perwira yang baru naik pangkat, khususnya Rudi Setiawan dan Asep Edi Suheri, menerjemahkan amanah tersebut ke dalam kebijakan nyata. Apakah mereka mampu menekan angka kriminalitas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat? Ataukah kenaikan pangkat ini hanya sekadar rutinitas administrasi tanpa dampak signifikan? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: sorotan terhadap kinerja kedua Polda akan semakin tajam.



