Rebecca Black Rindu Era Fergie: 'Pop Star Tak Terkendali' Kembali Digemari
Baca dalam 60 detik
- Rebecca Black, yang melejit lewat 'Friday' pada 2011, menyerukan kebangkitan kembali gaya pop yang liar dan ekspresif ala Fergie.
- Pelantun 'Speakerphone' itu mengaku terinspirasi oleh Fergie dan Gwen Stefani yang dianggap membawa elemen seni pertunjukan dalam bermusik.
- Fenomena ini dinilai sebagai sinyal pergeseran industri musik global, yang berpotensi memengaruhi tren di Indonesia.

Rebecca Black, penyanyi yang namanya melambung berkat video viral 'Friday' pada 2011, menyambut antusias kembalinya 'energi pop star yang tak terkendali' di industri musik. Dalam wawancara terbaru, ia menyebut Fergie sebagai salah satu ikon yang paling dirindukan dan layak mengalami kebangkitan besar.
Bagi Black, sosok seperti Fergie dan Gwen Stefani bukan sekadar penyanyi, melainkan seniman yang menghadirkan pertunjukan total. Ia mengagumi keberanian mereka dalam mengeksplorasi sisi liar dan bombastis, sesuatu yang menurutnya mulai jarang ditemui di era musik yang cenderung steril dan terukur.
โFergalicious adalah salah satu lagu favorit saya di dunia. Ada adegan di video musik itu di mana mereka berdandan seperti Pramuka dan menari serempak. Itu menjadi salah satu inspirasi untuk video 'Speakerphone',โ ungkap Black kepada Bustle. Ia juga menambahkan bahwa dunia layak mendapatkan renaisans Fergie dalam waktu dekat.
Black melihat adanya pergeseran dalam industri musik global, di mana para pendengar mulai merindukan kembali elemen kejutan dan kegilaan yang dulu mewarnai panggung pop. โAda energi pop star yang tak terkendali yang mulai kembali sekarang. Itu terasa seperti salah satu video musik terbaik sepanjang masaโliar, bombastis, namun tetap terencana dengan jelas,โ ujarnya.
Menariknya, kekaguman Black terhadap Fergie tidak hanya bersifat artistik, tetapi juga personal. Ia mengaku sering mendiskusikan Fergie dengan ayahnya, seorang pria kulit putih berusia 70 tahun dari Iowa yang tinggal di Orange County. โDia suka menganggap dirinya penggemar musik popโdia memperkenalkan saya pada Lana Del Rey pada 2011, jadi kita beri dia pujian untuk itu,โ kenang Black. โSaya ingat mengatakan kepadanya betapa saya merasa terhubung dengan 'kekacauan' yang dimiliki Fergie. Kekacauan itu sangat spesifik, terasa liar, seolah dia memiliki dorongan kreatif yang begitu kuat dan dia lakukan begitu saja.โ
Fenomena ini juga relevan bagi industri musik Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, musisi tanah air mulai mengeksplorasi sisi teatrikal dan visual yang lebih berani, sejalan dengan tren global. Jika energi 'unhinged' ala Fergie benar-benar kembali, bukan tidak mungkin para musisi Indonesia akan semakin terdorong untuk menghadirkan pertunjukan yang lebih ekspresif dan tak terduga.
Pertanyaan besarnya, akankah era baru ini benar-benar mengubah lanskap musik pop secara permanen? Atau sekadar nostalgia sesaat yang akan berlalu? Yang jelas, bagi Rebecca Black, kembalinya 'pop star energy' adalah angin segar yang patut disambut.



