Xbox Siapkan PHK Massal, Kontrak dengan Mitra Diputus Sebelum Kuartal Fiskal Berakhir
Baca dalam 60 detik
- Microsoft dikabarkan akan melakukan restrukturisasi besar-besaran di divisi Xbox setelah kuartal fiskal berakhir pada Juni 2026.
- Langkah awal sudah terlihat: kontrak dengan Assembly, agen PR utama Xbox, dihentikan dan sejumlah staf agen tersebut sudah terkena PHK.
- Keputusan ini merupakan bagian dari 'reset besar' yang diumumkan CEO Xbox Asha Sharma, menandai perubahan strategi di tengah tekanan efisiensi.

Microsoft dikabarkan tengah mempersiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di divisi Xbox, yang oleh sejumlah analis dan jurnalis disebut sebagai 'pertumpahan darah' yang akan segera terjadi. Langkah awal sudah terlihat: kontrak dengan beberapa mitra, termasuk Assemblyโagen hubungan masyarakat utama Xboxโtelah dihentikan, dan sejumlah staf Assembly sudah terkena PHK.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh jurnalis Bloomberg Jason Schreier, yang menyebut bahwa Microsoft akan melaksanakan restrukturisasi besar-besaran setelah kuartal fiskal perusahaan berakhir pada 30 Juni 2026. Namun, langkah awal sudah mulai diambil lebih cepat dengan pemutusan kontrak terhadap sejumlah mitra. Schreier menegaskan bahwa PHK di Assembly merupakan reorganisasi internal agensi tersebut, tidak terkait langsung dengan restrukturisasi Xbox.
Keputusan ini merupakan bagian dari 'reset besar' yang diumumkan CEO Xbox Asha Sharma beberapa waktu lalu. Sharma sebelumnya menyatakan bahwa divisi Xbox perlu melakukan penyesuaian strategis untuk menghadapi tantangan industri game yang semakin kompetitif. Langkah efisiensi ini dipandang sebagai upaya Microsoft untuk merampingkan operasi dan fokus pada prioritas bisnis inti.
Bagi industri game global, langkah Microsoft ini menjadi sinyal bahwa raksasa teknologi itu sedang menekan efisiensi di tengah pertumbuhan pasar yang melambat. Setelah akuisisi besar Activision Blizzard senilai 68,7 miliar dolar AS, tekanan untuk mencapai sinergi dan profitabilitas semakin besar. Para analis memperkirakan bahwa restrukturisasi ini bisa berdampak pada ribuan pekerja, baik di internal Xbox maupun di perusahaan mitra.
Di Indonesia, langkah Microsoft ini patut dicermati oleh para pengembang game lokal dan mitra bisnis yang bekerja sama dengan ekosistem Xbox. Meskipun dampak langsung mungkin belum terasa, perubahan strategi global Microsoft bisa mempengaruhi kebijakan distribusi, dukungan pengembang, dan program kemitraan di kawasan Asia Tenggara. Beberapa studio game Indonesia yang mengandalkan platform Xbox sebagai saluran distribusi mungkin perlu mengantisipasi perubahan kebijakan.
Schreier juga mencatat bahwa PHK di Assembly adalah bagian dari reorganisasi internal agensi, bukan imbas langsung dari keputusan Xbox. Namun, pemutusan kontrak dengan mitra utama seperti Assembly menunjukkan bahwa Microsoft serius dalam merampingkan rantai pasokan dan mengurangi biaya operasional. Langkah serupa mungkin akan menyusul di divisi lain.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah seberapa dalam restrukturisasi ini akan berlangsung dan apakah akan ada dampak pada proyek-proyek besar Xbox seperti pengembangan gim eksklusif atau layanan Game Pass. Dengan batas waktu kuartal fiskal yang masih dua tahun lagi, Microsoft tampaknya memberi ruang bagi transisi yang terencana, namun langkah awal yang agresif ini menunjukkan urgensi yang tinggi.



