Cedera Ellyse Perry Warnai Dominasi Australia ke Final Piala Dunia T20
Baca dalam 60 detik
- Pemain serba bisa Australia, Ellyse Perry, mundur karena cedera paha saat timnya menang mudah atas West Indies di semifinal.
- Perry yang tampil impresif sepanjang turnamen kini diragukan tampil di final, menambah daftar pemain kunci yang cedera.
- Australia tetap lolos ke final dengan kemenangan 8 wicket, tetapi kondisi Perry menjadi perhatian utama menjelang laga puncak.

Kekhawatiran cedera menyelimuti kubu Australia jelang final Piala Dunia T20 putri setelah bintang mereka, Ellyse Perry, mundur karena masalah otot paha saat timnya mengalahkan West Indies di semifinal, Kamis (17/10) waktu setempat. Perry, yang berada di puncak performa dengan menjadi pencetak skor keempat terbanyak di turnamen ini, tiba-tiba berjalan meninggalkan lapangan setelah mencetak dua angka dari tujuh bola. Meski tidak tampak pincang, cedera ini menjadi alarm bagi Australia yang akan menghadapi Inggris atau Afrika Selatan di final pada Minggu.
Pertandingan di The Oval itu sejatinya berjalan mudah bagi Australia. Mereka sukses membatasi West Indies hanya mampu mencetak 125-7 dalam 20 overs, dengan spinner Ash Gardner menjadi bintang lewat 2-13. Dalam mengejar target, Australia mencapai 127-2 hanya dalam 13 overs berkat penampilan gemilang Beth Mooney yang tidak terkalahkan 61 dari 36 bola, serta Gardner yang menyumbang 35 tidak terkalahkan dari 20 bola. Namun, momen Perry meninggalkan lapangan di akhir over ketujuh saat skor 64-2 menjadi noda dalam kemenangan yang dominan.
Bagi Australia, yang mengincar gelar T20 World Cup ketujuh, cedera Perry menjadi ujian pertama dalam perjalanan mereka yang sempurna sejauh ini. Perry, yang dianggap sebagai legenda kriket putri, telah menjadi andalan baik dengan bat maupun bola. Kehilangannya bisa menjadi pukulan telak, terutama karena Inggris juga tengah khawatir dengan kebugaran kapten mereka Nat Sciver-Brunt yang mengalami cedera betis. Semifinal kedua antara Inggris dan Afrika Selatan pada Kamis malam diperkirakan akan berlangsung lebih ketat.
Di sisi lain, West Indies juga mengalami masalah medis. Pemukul mereka, Deandra Dottin, harus digotong keluar lapangan oleh rekan setimnya setelah mengalami masalah kesehatan tak lama setelah lagu kebangsaan. Dottin kemudian muncul untuk memukul di posisi kedelapan dan mencetak 26 tidak terkalahkan, tetapi itu tidak cukup untuk mengangkat skor timnya yang rendah.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, yang mulai melirik olahraga ini seiring popularitasnya di Asia, situasi ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di level tertinggi. Cedera pemain kunci seperti Perry bisa mengubah peta kekuatan secara dramatis. Final nanti akan menjadi ajang pembuktian bagi Australia apakah mereka bisa mempertahankan dominasi tanpa pemain terbaiknya, atau justru menjadi kesempatan bagi lawan untuk merebut mahkota.
Pertanyaan besar kini menggantung: akankah Perry pulih tepat waktu untuk tampil di final? Atau akankah Australia harus merombak strategi di saat paling krusial? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa hari ke depan, dan akan menentukan apakah skuad asuhan Meg Lanning bisa menambah koleksi trofi mereka.



