NVIDIA Dikabarkan Batalkan RTX 5050 9 GB, Hidupkan Kembali RTX 3060
Baca dalam 60 detik
- NVIDIA disebut membatalkan rencana peluncuran RTX 5050 9 GB yang sempat diumumkan Maret lalu.
- Keputusan ini didorong oleh produksi ulang RTX 3060 12 GB yang menyasar segmen pasar serupa.
- Langkah ini berpotensi memengaruhi persaingan kartu grafis entry-level di Indonesia, dengan harga dan ketersediaan yang lebih stabil.

NVIDIA dikabarkan telah membatalkan atau menunda tanpa batas waktu peluncuran kartu grafis RTX 5050 9 GB, menyusul keputusan perusahaan untuk memproduksi kembali RTX 3060 12 GB yang menyasar segmen pasar yang sama.
Rumor mengenai RTX 5050 pertama kali muncul pada Maret lalu, dengan spesifikasi yang disebut-sebut membawa memori GDDR7 9 GB pada bus 96-bit. Konfigurasi ini dinilai janggal oleh banyak pengamat karena kapasitas memori yang tidak lazim dan bandwidth yang terbatas. Kini, informasi terbaru dari pembocor MEGAsizeGPU mengindikasikan bahwa GPU tersebut tidak akan dirilis dalam waktu dekat.
โSaya pikir ini dibatalkan. Atau ditunda permanen. Mereka merilis ulang RTX 3060 12G untuk segmen yang sama, sehingga RTX 5050 9G tidak akan berarti untuk sementara,โ tulis MEGAsizeGPU melalui akun media sosialnya pada 26 Juni 2026. Hingga saat ini, NVIDIA belum memberikan tanggapan resmi atas rumor tersebut.
Keputusan NVIDIA menghidupkan kembali RTX 3060 12 GB, yang merupakan kartu grafis generasi sebelumnya, menunjukkan strategi perusahaan untuk mempertahankan pangsa pasar di segmen entry-level tanpa harus merilis produk baru dengan spesifikasi kontroversial. RTX 3060 12 GB telah terbukti populer di kalangan gamer dan kreator konten berkat keseimbangan harga dan performa. Dengan memori 12 GB, kartu ini menawarkan kapasitas yang lebih besar dibandingkan RTX 5050 yang hanya 9 GB, menjadikannya pilihan yang lebih menarik bagi konsumen yang membutuhkan VRAM lebih untuk aplikasi modern.
Bagi pasar Indonesia, langkah ini bisa menjadi angin segar. RTX 3060 12 GB yang sudah dikenal luas kemungkinan akan tersedia dengan harga lebih stabil dibandingkan jika NVIDIA meluncurkan produk baru yang belum teruji. Distributor lokal dan gamer Tanah Air dapat mengandalkan ketersediaan kartu grafis yang sudah matang, tanpa harus khawatir dengan masalah driver atau kompatibilitas yang sering menyertai produk anyar. Namun, di sisi lain, ketiadaan RTX 5050 juga berarti tidak ada inovasi baru di segmen entry-level, yang bisa membuat persaingan dengan AMD dan Intel menjadi kurang dinamis.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah NVIDIA akan kembali merilis penerus RTX 5050 di masa mendatang, atau justru akan fokus pada pengembangan GPU kelas menengah dan atas yang lebih menguntungkan. Sementara itu, konsumen di Indonesia yang menantikan kartu grafis terjangkau dengan performa modern mungkin harus bersabar dan tetap mempertimbangkan RTX 3060 12 GB sebagai opsi terbaik saat ini.



