Sigourney Weaver di Usia 76: Pensiun Bukan Opsi, Akting Masih Menyenangkan
Baca dalam 60 detik
- Aktris legendaris Sigourney Weaver menegaskan tidak akan pensiun karena masih menikmati akting di usia 76 tahun.
- Weaver akan tampil di film Star Wars terbaru 'The Mandalorian and Grogu' sebagai Kolonel Ward, peran perempuan kuat lainnya.
- Ia menyoroti perubahan industri yang kini lebih menghargai kompleksitas karakter perempuan dari segala usia.

Di usia 76 tahun, Sigourney Weaver justru merasakan puncak karier yang berbeda. Bintang film Alien itu menegaskan bahwa pensiun bukanlah opsi yang pernah terlintas di benaknya. Dalam wawancara dengan majalah HELLO!, Weaver mengaku bahwa akting tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan, bahkan semakin ia hargai seiring bertambahnya usia.
Weaver, yang telah berkarier lebih dari lima dekade di panggung dan layar lebar, menyebut bahwa dirinya sedang menikmati "bonanza" kreatif. Semua proyek yang ia jalani saat ini, menurutnya, sangat beragam dan menantang. Ia merasa beruntung bisa memerankan karakter-karakter yang tidak monoton, terutama di usianya yang tidak lagi muda.
Salah satu proyek yang paling dinantikan adalah keterlibatannya dalam jagat Star Wars melalui film The Mandalorian and Grogu. Weaver akan memerankan Kolonel Ward, karakter perempuan kuat lainnya yang ia yakini akan menambah daftar panjang peran ikoniknya. Bagi Weaver, bergabung dengan Star Wars adalah mimpi yang menjadi kenyataanโia ingat betul saat mengantre di bioskop Ziegfeld Theatre, New York, pada 1977 untuk menonton film pertama Star Wars yang mengubah sejarah sinema.
Weaver juga menyoroti perubahan industri hiburan yang kini lebih terbuka terhadap peran-peran kompleks bagi perempuan, terutama yang berusia lanjut. "Dulu, yang terbaik yang bisa diharapkan perempuan seusia saya adalah memerankan karikatur ibu mertua yang menyebalkan atau penjahat," ujarnya. Namun, ia melihat penonton kini lebih menghargai keragaman usia dan kompleksitas karakter. Hal ini, menurut Weaver, membuka peluang bagi aktris senior untuk tampil lebih bermakna.
Meski dikenal sebagai aktris yang kerap memerankan tokoh tangguh, Weaver mengaku tertarik pada karakter yang memiliki sisi rentan. "Saya tertarik memerankan perempuan kuat yang rentan, tetapi mungkin tidak bisa meminta bantuan siapa pun. Mereka harus menyelesaikannya sendiri," jelasnya. Baginya, hal itu penting karena ia percaya perempuan bisa melakukan apa saja.
Di Indonesia, fenomena aktris senior yang tetap aktif kerap menjadi sorotan. Industri hiburan Tanah Air juga mulai memberikan ruang lebih bagi aktris usia 50 tahun ke atas untuk memerankan karakter yang tidak stereotip. Keberanian Weaver menolak pensiun bisa menjadi inspirasi bagi sineas dan aktris lokal untuk terus berkarya tanpa batasan usia.
Dengan semangat yang tak pernah padam, Weaver membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Pertanyaannya, akankah industri film Indonesia mampu mengikuti jejak Hollywood dalam memberikan peran substansial bagi aktris senior? Atau justru akan terus terjebak dalam stereotip yang membatasi?



