Xbox Mundur dari Pendanaan Game 1666: Amsterdam Karya Sang Kreator Assassin's Creed
Baca dalam 60 detik
- Patrice Désilets, kreator Assassin's Creed, mengumumkan game anyar 1666: Amsterdam di Summer Game Fest 2024.
- Xbox awalnya menjadi penerbit utama proyek tersebut, namun kemudian mencabut pendanaan tanpa alasan jelas.
- Keputusan ini menambah daftar proyek game besar yang ditinggalkan Microsoft, termasuk judul dari John Romero dan Avalanche Studios.

Patrice Désilets, salah satu otak di balik waralaba Assassin's Creed, baru saja mengumumkan proyek terbarunya bertajuk 1666: Amsterdam dalam ajang Summer Game Fest bulan lalu. Namun di balik kemeriahan peluncuran, terungkap bahwa game bergenre aksi-petualangan sudut pandang ketiga ini sempat kehilangan sokongan dana dari raksasa teknologi Microsoft.
Melalui unggahan di platform X, jurnalis game Stephen Totilo mengungkap bahwa 1666: Amsterdam pada awalnya direncanakan sebagai judul eksklusif yang didanai penuh oleh Xbox. Sayangnya, Microsoft memutuskan untuk menarik pendanaan di tengah jalan. Keputusan ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh perusahaan asal Redmond tersebut.
Sebelumnya, Microsoft juga pernah membatalkan pendanaan untuk game first-person shooter garapan John Romero, legenda di balik Doom dan Quake. Tak hanya itu, proyek Contraband dari Avalanche Studios—pengembang Just Cause—juga mengalami nasib serupa. Pola ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai strategi investasi Xbox di sektor konten eksklusif.
Bagi industri game global, langkah Microsoft ini mencerminkan perubahan prioritas di tengah persaingan ketat dengan Sony dan Nintendo. Alih-alih mendiversifikasi portofolio dengan judul-judul dari kreator kenamaan, Xbox tampaknya lebih memilih fokus pada waralaba besar dan layanan berlangganan Game Pass. Keputusan ini berpotensi membuat para pengembang independen dan studio kelas menengah kehilangan akses pendanaan yang krusial.
Di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa ekosistem pengembangan game lokal juga rentan terhadap perubahan kebijakan investor global. Beberapa studio dalam negeri yang menjalin kerja sama dengan penerbit internasional mungkin perlu mewaspadai fluktuasi komitmen pendanaan. Meski demikian, kasus 1666: Amsterdam juga menunjukkan bahwa proyek yang ditinggalkan masih bisa bangkit kembali—game tersebut tetap diumumkan dan akan dirilis untuk PC dalam waktu dekat.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah Microsoft akan terus menyusutkan portofolio eksklusifnya, atau justru sedang mempersiapkan langkah besar lainnya? Yang jelas, para pengamat dan penggemar game akan terus memantau langkah selanjutnya dari Désilets dan timnya, serta bagaimana Xbox menavigasi tekanan pasar yang semakin kompetitif.



