Zoe Ball Bergabung ke Greatest Hits Radio, Reuni dengan Eks Rekan BBC
Baca dalam 60 detik
- Mantan presenter BBC Radio 2, Zoe Ball, akan mengisi slot siang hari di Greatest Hits Radio mulai 7 September.
- Kepergiannya dari BBC pada 2024 demi keluarga kini berujung pada babak baru bersama stasiun yang menaungi Ken Bruce dan Simon Mayo.
- Greatest Hits Radio terus memperkuat jajaran penyiar senior, menandai persaingan ketat industri radio komersial Inggris.

Zoe Ball, presenter yang namanya melekat di BBC Radio 2 selama lebih dari satu dekade, resmi bergabung dengan Greatest Hits Radio dan akan mengudara setiap hari kerja mulai September. Langkah ini menjadi salah satu perpindahan paling bergema di industri radio Inggris tahun ini.
Wanita berusia 55 tahun itu akan membawakan program sore pukul 13.00–16.00 waktu setempat, mengisi slot yang sebelumnya menjadi miliknya di BBC. Keputusannya meninggalkan BBC Radio 2 Breakfast Show pada Desember 2024—setelah enam tahun memandu acara pagi paling didengar di Inggris—demi fokus pada keluarga, diikuti dengan berakhirnya acara Sabtu sore setahun kemudian.
Dalam pernyataan resmi, Ball mengaku merasakan kerinduan mendalam terhadap interaksi langsung dengan pendengar. “Ada sesuatu yang benar-benar istimewa dari radio—hubungan yang Anda bangun dengan pendengar, energi, musik, dan momen kegembiraan serta tawa yang dibagikan bersama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Greatest Hits Radio berhasil menciptakan ekosistem yang solid dengan musik ikonik dan kepribadian kuat, sehingga ia antusias memulai babak baru ini.
Pengumuman kehadiran Ball dikemas secara teatrikal dalam trailer bertema The Traitors, acara realitas BBC. Dua rekannya di BBC Radio 2, Ken Bruce (75) dan Simon Mayo (67), yang kini memandu acara mid-morning dan drivetime di Greatest Hits Radio, tampil berjubah di studio sebelum menurunkan tudung mereka. Dalam adegan tersebut, mereka menyambut sosok misterius yang ternyata adalah Ball. “Aku tidak bisa membiarkan kalian berdua bersenang-senang sendirian, kan?” kata Ball dalam trailer.
Direktur Audio Bauer Media Audio UK, Gary Stein, menyebut Ball sebagai salah satu penyiar paling berbakat dan dicintai di Inggris. “Dia memiliki kemampuan luar biasa untuk terhubung dengan audiens, hasrat nyata terhadap musik hebat, dan kami senang dia memilih bergabung dengan Greatest Hits Radio,” katanya. Ball juga akan tetap memandu podcast Dig It bersama Jo Whiley dari BBC Radio 2.
Langkah ini memperkuat posisi Greatest Hits Radio sebagai destinasi utama para veteran radio BBC. Sejak Ken Bruce pindah pada 2023 dan Simon Mayo menyusul, stasiun ini berhasil menggaet pendengar setia yang mengikuti para penyiar favorit mereka. Persaingan dengan BBC Radio 2 pun semakin memanas, terutama di segmen pendengar usia 35–64 tahun yang menyukai musik era 70-an, 80-an, dan 90-an.
Bagi pendengar di Indonesia, fenomena ini mencerminkan tren global di mana loyalitas pendengar lebih melekat pada sosok penyiar ketimbang stasiun radio. Di tengah maraknya platform streaming, radio komersial di Inggris justru menunjukkan bahwa personalitas dan koneksi emosional masih menjadi senjata ampuh. Ke depannya, pertanyaannya adalah apakah BBC Radio 2 akan merespons dengan merekrut bintang baru atau justru kehilangan pangsa pasar lebih besar.



