Prabowo Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Monas Ditinggalkan
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto akan menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Rabu (1/7).
- Pemindahan lokasi dari Monas ke Cikeas dinilai sebagai upaya Polri mendekatkan diri dengan masyarakat dan menonjolkan proses pembentukan karakter personel.
- Sebanyak 9.000 peserta dari Polri, TNI, dan elemen masyarakat akan terlibat dalam parade, pameran alutsista, serta bakti sosial.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7) besok. Keputusan ini mengubah tradisi tahunan yang sebelumnya selalu berpusat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri, pimpinan lembaga, serta tamu undangan lainnya dipastikan hadir dalam upacara tersebut. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengonfirmasi bahwa Presiden akan memimpin langsung jalannya upacara, yang juga akan diisi dengan parade defile dan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat.
Pemindahan lokasi ke Cikeas bukan tanpa alasan. Menurut Isir, Satlat Brimob dipilih karena merepresentasikan keterbukaan Polri terhadap publik. "Masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa setiap tugas kepolisian didahului oleh proses pendidikan dan latihan pembentukan nilai-nilai karakter," ujarnya. Ia menambahkan, tempat ini menjadi simbol peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi pelayanan Polri yang profesional dan modern.
Dalam puncak perayaan besok, selain upacara militer, akan digelar pemberian tanda kehormatan, peragaan, defile, dan syukuran. Polri juga menggelar pameran alat utama dan alat khusus yang seluruhnya merupakan produk dalam negeri, serta menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar. Langkah ini dinilai sebagai upaya korps Bhayangkara untuk semakin mendekatkan diri dengan rakyat.
Isir menjelaskan bahwa rangkaian HUT Bhayangkara ke-80 telah dimulai sejak Mei, mencakup kegiatan Bhakti Bhayangkara, anjangsana ke panti asuhan, dzikir dan doa bersama lintas agama, perlombaan, pekan olahraga, hingga pagelaran wayang. Semua kegiatan itu, kata dia, bermakna bahwa Polri terus memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik bagi masyarakat. "Dengan pelaksanaan rangkaian kegiatan sebelum puncak upacara, kami mendekat dengan masyarakat dan bersama-sama dengan mereka," tuturnya.
Pergeseran lokasi dari Monas ke Cikeas juga menarik perhatian publik. Monas selama ini identik dengan simbol nasionalisme dan pusat kegiatan kenegaraan. Namun, pemilihan Satlat Brimob di Cikeas dinilai lebih fungsional untuk menampilkan aspek pelatihan dan kedekatan dengan warga. Ke depan, apakah tradisi ini akan berlanjut atau hanya bersifat situasional? Pertanyaan itu mungkin akan terjawab setelah evaluasi penyelenggaraan tahun ini.



