Netflix Garap Serial Live-Action Persona: Adaptasi Gim JRPG Legendaris
Baca dalam 60 detik
- Netflix mengembangkan serial live-action berdasarkan waralaba Persona, gim JRPG populer dari SEGA dan Atlus.
- Proyek ini melibatkan showrunner Christopher Monfette serta produser dari 21 Laps dan Story Kitchen, dengan pengawasan langsung dari SEGA.
- Adaptasi ini menandai langkah besar Netflix dalam menjaring penggemar gim global, termasuk basis pemain Persona yang besar di Indonesia.

Netflix kembali melebarkan sayapnya ke industri adaptasi gim video. Kali ini, platform streaming terbesar dunia itu dikabarkan tengah menggarap serial live-action dari waralaba Persona, gim bermain peran Jepang (JRPG) besutan SEGA dan Atlus. Informasi ini pertama kali diungkap oleh Variety, meskipun Netflix enggan memberikan konfirmasi resmi.
Proyek ambisius ini akan ditulis dan dipimpin oleh Christopher Monfette, yang sebelumnya dikenal lewat karyanya di serial The Umbrella Academy. Monfette juga akan bertindak sebagai showrunner dan produser eksekutif. Bergabung pula Shawn Levy dan Robert Atwood dari rumah produksi 21 Laps—yang sukses menggarap Stranger Things—serta Dmitri M. Johnson, Michael Lawrence Goldberg, dan Timothy I. Stevenson dari Story Kitchen. Di sisi SEGA, Toru Nakahara akan duduk sebagai produser untuk memastikan kesetiaan terhadap materi asli.
Persona bukanlah gim biasa. Sejak pertama kali dirilis pada 1996, seri ini telah memikat jutaan pemain di seluruh dunia dengan perpaduan unik antara simulasi kehidupan sekolah, eksplorasi dungeon, dan pertarungan berbasis giliran. Judul seperti Persona 5 bahkan dianggap sebagai salah satu JRPG terbaik sepanjang masa, berkat narasi yang dalam dan gaya visual yang khas. Adaptasi live-action pun menjadi tantangan tersendiri, mengingat basis penggemar yang sangat vokal dan ekspektasi tinggi terhadap karakter serta alur cerita.
Langkah Netflix ini bukan tanpa risiko. Industri adaptasi gim ke film atau serial kerap menuai kritik karena dianggap tidak mampu menangkap esensi cerita asli. Namun, beberapa produksi terbaru seperti The Last of Us (HBO) dan Arcane (Netflix) membuktikan bahwa dengan tim kreatif yang tepat, adaptasi bisa menjadi tontonan berkualitas. Kehadiran 21 Laps—yang berpengalaman dalam drama remaja supernatural—dan Story Kitchen—spesialis adaptasi gim—memberi harapan bahwa Persona akan mendapat perlakuan serius.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menggembirakan. Persona memiliki basis pemain yang cukup besar di Tanah Air, terutama sejak Persona 5 dirilis dalam versi bahasa Inggris dan mendapat sambutan hangat. Komunitas penggemar aktif di forum dan media sosial, sering membahas teori cerita serta karakter favorit. Adaptasi live-action berpotensi memperkenalkan Persona ke khalayak yang lebih luas, sekaligus membuka peluang bagi industri kreatif lokal—misalnya dalam hal sulih suara atau distribusi konten.
Belum ada jadwal rilis atau detail pemain yang diumumkan. Netflix dan SEGA masih merahasiakan informasi lebih lanjut, termasuk apakah serial ini akan mengadaptasi satu gim tertentu atau menggabungkan elemen dari beberapa seri. Yang jelas, proyek ini menambah daftar panjang adaptasi gim yang sedang dikembangkan Netflix, bersama BioShock, Assassin's Creed, dan Horizon Zero Dawn.
Pertanyaan besarnya: akankah Persona versi live-action mampu menangkap jiwa dari gim yang dicintai banyak orang? Atau justru akan menjadi adaptasi lain yang mengecewakan? Jawabannya mungkin baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, ketika produksi mulai berjalan dan cuplikan pertama dirilis.



