Livvy Dunne Bongkar Aksi Stalker di Bandara: 'Mereka Bukan Fans, tapi Profesional'
Baca dalam 60 detik
- Atlet dan aktris Livvy Dunne mengungkap pengalaman tidak aman di bandara akibat ulah pria yang menjual informasi penerbangannya dan mengikutinya hingga ke toilet.
- Dalam video TikTok, ia menegaskan para pelaku bukan penggemar sejati, melainkan profesional yang mencari keuntungan dari tanda tangan dan rekaman.
- Dunne mempertanyakan mengapa perempuan harus mengubah kebiasaan demi pria yang tak bisa menerima penolakan, seraya mendorong perubahan perilaku.

Bintang senam yang kini merambah dunia akting, Livvy Dunne, angkat bicara setelah mengalami tindakan mengintai (stalking) di bandara yang membuatnya merasa tidak aman. Dalam sebuah video TikTok yang viral, perempuan 23 tahun itu mengungkapkan bahwa sekelompok pria mengikutinya hingga ke area gerbang keberangkatan, bahkan mencoba masuk ke toilet wanita.
Dunne, yang baru saja pulang dari liburan keluarga, merekam momen ketika hampir belasan pria mengerumuninya sambil meminta tanda tangan. Namun, ia menilai tindakan tersebut sudah melampaui batas. โKalian bukan penggemar. Kalian profesional. Kalian merekam saya dengan kacamata Meta, meminta tanda tangan, lalu menjualnya. Itu tidak masalah, tapi tadi malam saya tidak merasa aman di bandara,โ ujarnya dalam video yang diunggah ke akun TikTok pribadinya.
Lebih mengkhawatirkan lagi, adik Dunne harus turun tangan menghentikan beberapa pria yang mencoba memasuki toilet wanita. โJika adik saya tidak menghentikan mereka masuk ke toilet wanita, saya tidak tahu apa yang akan terjadi,โ tambahnya. Ia juga mengungkapkan bahwa informasi penerbangannya dijual secara ilegal, dan para pelaku bahkan membeli tiket pesawat yang dapat dibatalkan demi bisa melewati pemeriksaan keamanan dan mendekatinya.
Yang menarik, Dunne menolak untuk mengubah perilakunya demi menghindari para stalker. โSaya punya keamanan dan bisa terbang privat. Tapi intinya, haruskah seorang perempuan mengubah kebiasaannya hanya karena pria tidak bisa menerima kata โtidakโ?โ tegasnya. Pernyataan ini memantik diskusi tentang keselamatan perempuan di ruang publik, terutama bagi figur publik yang kerap menjadi target.
Di Indonesia, fenomena serupa juga terjadi. Beberapa selebritas tanah air pernah mengeluhkan informasi penerbangan mereka bocor dan dijual oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kasus Dunne menjadi pengingat bahwa perlindungan data pribadi, termasuk jadwal perjalanan, masih menjadi celah keamanan yang perlu diperketat. Regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) diharapkan mampu menekan praktik jual-beli informasi semacam ini.
Di sisi lain, Dunne juga berbagi pengalaman audisi perdananya. Kepada Jimmy Fallon dalam The Tonight Show, ia mengaku sempat gagal mendapatkan peran di serial White Lotus. โAudisi pertama saya sangat berbeda dari senam. Di senam, saya hanya tampil di atas balok selebar 4 inci. Tapi akting harus berbicara dan memerankan orang lain,โ kenangnya. Kini, ia bersiap memerankan Grace, seorang junior lifeguard yang antusias, dalam Baywatch yang dijadwalkan tayang tahun depan.
Kasus Dunne membuka mata tentang batas antara penggemar dan penguntit. Pertanyaan yang tersisa: akankah industri penerbangan dan penegak hukum merespons dengan kebijakan yang lebih ketat untuk melindungi privasi selebritas?



