Penolakan James Ohlen: Mengapa Baldur's Gate 4 Butuh Lebih dari Sekadar Nama Besar
Baca dalam 60 detik
- James Ohlen, desainer utama Baldur's Gate 2, menolak tawaran Hasbro untuk memimpin pengembangan Baldur's Gate 4 karena khawatir proyek tersebut akan gagal tanpa keterlibatan Larian Studios.
- Ohlen menilai pengembangan dari awal akan memakan waktu setidaknya lima tahun penuh tekanan, sehingga ia memilih fokus pada proyek sci-fi RPG Exodus yang dijadwalkan rilis 2027.
- Sampai saat ini, Baldur's Gate 4 belum memiliki pengembang resmi, sementara Larian Studios sibuk menggarap game Divinity baru dan belum menunjukkan minat pada waralaba tersebut.

Kesuksesan fenomenal Baldur's Gate 3 pada 2023 membuat Hasbro, pemilik waralaba, langsung bergerak mencari pengembang untuk sekuelnya. Namun, langkah awal mereka menemui jalan buntu setelah salah satu figur kunci di balik kesuksesan Baldur's Gate 2 menolak tawaran tersebut.
James Ohlen, yang pernah menjabat sebagai co-lead designer pada Baldur's Gate 2: Shadows of Amn, mengaku dalam wawancara dengan PC Gamer bahwa Hasbro telah mendekatinya untuk memimpin produksi Baldur's Gate 4. Namun, Ohlen memilih mundur karena ia menilai proyek tersebut akan gagal jika tidak dikerjakan oleh Larian Studios, pengembang di balik Baldur's Gate 3. Menurutnya, membangun game keempat dari awal akan menjadi "setidaknya setengah dekade penuh kengerian, membangun semua itu."
Penolakan Ohlen menyoroti dilema yang dihadapi Hasbro: bagaimana melanjutkan waralaba yang baru saja mencapai puncak popularitas tanpa kehadiran sang kreator utama. Larian Studios, yang dipimpin Swen Vincke, telah membuktikan diri mampu menghidupkan kembali seri klasik ini dengan standar tinggi. Namun, studio tersebut saat ini tengah mengerjakan game Divinity baru dan belum memberikan sinyal akan kembali menangani Baldur's Gate.
Keputusan Ohlen juga mencerminkan tekanan besar yang melekat pada pengembangan sekuel game legendaris. Ia menyebut bahwa memulai dari nol tanpa fondasi yang sudah ada akan menjadi beban berat, baik secara kreatif maupun operasional. Hal ini menjadi pelajaran bagi Hasbro bahwa kesuksesan Baldur's Gate 3 bukanlah sekadar hasil dari nama besar waralaba, melainkan buah dari visi dan dedikasi Larian Studios.
Bagi industri game Indonesia, situasi ini memberikan gambaran tentang pentingnya menjaga hubungan antara penerbit dan pengembang. Banyak studio lokal yang bekerja sama dengan penerbit internasional sering menghadapi tekanan untuk menghasilkan sekuel cepat demi mengejar momentum pasar. Kasus Baldur's Gate 4 menunjukkan bahwa terburu-buru tanpa pengembang yang tepat justru berisiko merusak reputasi waralaba.
Hingga saat ini, belum ada pengembang yang secara resmi ditunjuk untuk menggarap Baldur's Gate 4. Hasbro tampaknya masih mencari studio yang mampu memenuhi ekspektasi tinggi para penggemar. Sementara itu, Ohlen akan fokus pada Exodus, sementara Larian Studios melanjutkan proyek Divinity mereka. Pertanyaan besarnya: akankah Hasbro menemukan pengembang yang berani mengambil alih tongkat estafet, atau justru memilih untuk menunggu hingga Larian Studios siap kembali?



