Gelombang PHK Microsoft: Undead Labs Terancam Tutup, Nasib State of Decay 3 di Ujung Tanduk
Baca dalam 60 detik
- Microsoft dikabarkan akan menutup Undead Labs, Double Fine, Compulsion Games, dan Ninja Theory pada akhir kuartal fiskal Juni 2026, mengancam 435 lapangan kerja.
- State of Decay 3, yang dijadwalkan rilis tahun depan, berpotensi dibatalkan jika studio tidak menemukan pembeli.
- Keputusan ini mencerminkan tren konsolidasi industri game global yang dapat berdampak pada ketersediaan game Xbox di pasar Indonesia.

Gelombang penutupan studio game di bawah naungan Microsoft kembali berlanjut. Kali ini, Undead Labs, pengembang seri populer State of Decay, dikabarkan menjadi korban selanjutnya. Menurut laporan Gamesbeat, studio yang tengah menggarap State of Decay 3 itu terancam tutup jika tidak segera menemukan pembeli. Langkah ini berpotensi menghilangkan 110 lapangan kerja dan membatalkan perilisan sekuel yang telah dinanti sejak 2020.
Undead Labs bukan satu-satunya studio yang masuk daftar hitam. Double Fine, Compulsion Games, dan Ninja Theory juga disebut-sebut akan ditutup. Total, 435 pekerjaan terancam hilang. Microsoft dilaporkan menunggu hingga akhir kuartal fiskalnya, tepatnya 30 Juni 2026, untuk mengambil tindakan. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar soal masa depan proyek-proyek ambisius yang tengah dikembangkan, termasuk State of Decay 3 yang dijadwalkan rilis tahun depan.
Keputusan Microsoft ini mencerminkan tren konsolidasi yang semakin agresif di industri game global. Setelah mengakuisisi Activision Blizzard senilai US$69 miliar, raksasa teknologi itu kini melakukan efisiensi dengan menutup studio-studio yang dianggap tidak lagi strategis. Bagi para pengamat, langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Microsoft untuk memfokuskan sumber daya pada waralaba utama dan layanan Game Pass.
Di Indonesia, dampak penutupan ini mungkin tidak langsung terasa, tetapi bisa mempengaruhi ketersediaan game-game Xbox di masa depan. State of Decay 3, yang sempat menjadi salah satu judul andalan Xbox, kini nasibnya tidak menentu. Para penggemar di Tanah Air yang telah menanti sejak pengumuman pertama harus bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan. Lebih luas lagi, konsolidasi ini bisa mengurangi variasi game yang masuk ke pasar Indonesia, karena studio-studio kecil yang kreatif perlahan lenyap.
Analis industri menilai bahwa Microsoft tengah melakukan penyeimbangan portofolio. โPenutupan studio bukanlah hal baru, tetapi skala dan waktu yang berdekatan ini mengkhawatirkan,โ ujar seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya. โMicrosoft mungkin ingin memastikan bahwa setiap studio yang dimiliki benar-benar produktif dan sejalan dengan visi Game Pass. Sayangnya, kreativitas sering menjadi korban efisiensi.โ
Pertanyaan besar kini menggantung: apakah akan ada pembeli yang menyelamatkan Undead Labs? Jika tidak, State of Decay 3 mungkin hanya akan menjadi kenangan. Keputusan Microsoft pada Juni 2026 akan menentukan nasib tidak hanya 110 karyawan, tetapi juga masa depan salah satu seri zombie paling ikonik di industri game.



