JECX IPO Rp1.250 per Saham, Hampir Sentuh Batas Bawah Prospektus
Baca dalam 60 detik
- PT Nitrasanata Dharma, pengelola jaringan Jakarta Eye Center, menetapkan harga IPO Rp1.250 per saham, mendekati batas bawah rentang prospektus Rp1.200โRp1.400.
- Dana IPO maksimal Rp406,65 miliar akan digunakan untuk melunasi utang ke BCA dan HSBC sebesar Rp275 miliar, sisanya untuk ekspansi dan modal kerja.
- Pencatatan saham JECX di BEI dijadwalkan pada 7 Juli 2026, dengan masa penawaran 1โ3 Juli 2026.

Calon emiten penyedia layanan kesehatan mata terkemuka, PT Nitrasanata Dharma, resmi mematok harga penawaran saham perdana (IPO) sebesar Rp1.250 per unit. Angka ini nyaris menyentuh batas bawah rentang harga yang tercantum dalam prospektus awal, yakni Rp1.200 hingga Rp1.400 per saham. Langkah ini mengindikasikan strategi penetapan harga yang konservatif di tengah dinamika pasar modal Indonesia.
Perusahaan yang mengelola jaringan Jakarta Eye Center (JEC) ini berencana melepas sebanyak 325.322.300 saham baru ke publik. Dengan demikian, dana maksimal yang dapat dihimpun mencapai Rp406,65 miliar. Sebagian besar dana tersebut, sekitar Rp275 miliar, akan dialokasikan untuk melunasi pokok pinjaman di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank HSBC Indonesia. Sisa dana akan digunakan untuk setoran modal ke anak usaha, PT Nitra Sanata Bali, serta tambahan modal kerja operasional rutin.
Keputusan menetapkan harga di dekat batas bawah prospektus menarik dicermati. Di satu sisi, langkah ini bisa menarik minat investor karena memberikan potensi kenaikan harga di pasar sekunder. Namun di sisi lain, hal ini juga mencerminkan kehati-hatian emiten di tengah kondisi pasar yang mungkin kurang kondusif. Apalagi, beban operasional dan keuangan yang tinggi pada 2025 telah menekan laba bersih JEC dibandingkan capaian 2023, meskipun pendapatan menunjukkan tren peningkatan.
JEC tercatat memiliki lima rumah sakit spesialis mata dan 11 klinik yang tersebar di Jawa, Bali, dan Sulawesi. Ekspansi melalui setoran modal ke PT Nitra Sanata Bali menjadi sinyal bahwa perusahaan ingin memperkuat posisinya di wilayah pariwisata tersebut, yang berpotensi menarik pasien dari dalam dan luar negeri. Bagi investor Indonesia, saham JECX menawarkan eksposur ke sektor kesehatan yang terus tumbuh, terutama layanan mata yang permintaannya meningkat seiring kesadaran akan kesehatan visual.
Masa penawaran umum JECX akan berlangsung singkat, hanya tiga hari pada 1โ3 Juli 2026, dengan penjatahan pada 3 Juli 2026. Distribusi saham secara elektronik dijadwalkan pada 6 Juli 2026, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 7 Juli 2026. Dengan jadwal yang ketat, investor harus segera menentukan partisipasi mereka.
Ke depan, kemampuan JEC dalam mengelola beban keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional akan menjadi kunci untuk mempertahankan profitabilitas. Pertanyaannya, apakah pelunasan utang dan ekspansi modal kerja cukup untuk mendorong pertumbuhan laba di tengah persaingan layanan mata yang semakin ketat? Jawabannya akan terlihat pada laporan keuangan kuartal-kuartal mendatang setelah resmi tercatat di bursa.



