Vonis Ditunda, Syed Saddiq: Saya Akan Terus Berjuang Bersihkan Nama
Baca dalam 60 detik
- Mahkamah Persekutuan Malaysia menunda putusan banding kasus Syed Saddiq ke 13 Juli karena hakim cuti sakit.
- Syed Saddiq menyatakan siap menunggu dan tetap yakin pada sistem peradilan, meski penundaan di luar dugaan.
- Kasus ini menjadi ujian bagi independensi yudikatif Malaysia dan berdampak pada karier politik Syed Saddiq.

Mahkamah Persekutuan Malaysia menunda pengumuman putusan banding terakhir jaksa atas pembebasan Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, anggota parlemen Muar, setelah salah satu hakim panel tiga orang mengambil cuti medis. Sidang yang sedianya digelar Selasa (30/6) itu dijadwalkan ulang pada 13 Juli mendatang.
Keputusan ini diambil setelah Hakim Che Mohd Ruzima Ghazali tidak dapat hadir karena alasan kesehatan. Ketua Mahkamah Rayuan, Justice Abu Bakar Jais, menyatakan bahwa naskah putusan sebenarnya sudah siap, tetapi tidak bisa dibacakan tanpa kehadiran seluruh panel. Penundaan mendadak ini memicu spekulasi di kalangan pengamat hukum mengenai prosedur peradilan di Malaysia.
Bagi Syed Saddiq, penundaan ini merupakan pukulan psikologis. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu mengaku telah mempersiapkan diri untuk menerima putusan apa pun, baik yang menguntungkan maupun sebaliknya. โSaya sudah berjuang selama enam tahun untuk membersihkan nama, integritas, dan martabat saya. Jika harus menunggu dua minggu lagi, saya terima dan akan bersabar,โ ujarnya di luar Istana Kehakiman, Putrajaya.
Kuasa hukum Syed Saddiq, Datuk Hisyam Teh Poh Teik, menyebut penundaan ini tidak pernah terjadi sepanjang kariernya. โIni pertama kalinya dalam praktik kami dan pertama kali dalam pengalaman kami,โ katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi keunikan situasi yang dihadapi tim kuasa hukum, yang sebelumnya telah menyiapkan argumen untuk segala kemungkinan.
Kasus ini bermula dari empat dakwaan terhadap Syed Saddiq terkait penggelapan, penyalahgunaan aset, dan pencucian uang. Pada 25 Juni tahun lalu, Mahkamah Rayuan secara bulat membebaskannya dengan alasan jaksa gagal membuktikan kasus di luar keraguan wajar. Jaksa kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Persekutuan, yang kini tertunda.
Penundaan ini juga berpotensi memengaruhi agenda politik Syed Saddiq di Johor. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah proses pengadilan. โSaya menghormati lembaga peradilan dan memahami bahwa masalah kesehatan hakim di luar kendali siapa pun,โ tambahnya. Sikap ini mencerminkan upayanya untuk menjaga kredibilitas di tengah tekanan politik.
Bagi publik Malaysia, kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan figur politik muda yang vokal. Syed Saddiq dikenal sebagai pendiri Parti Ikatan Demokratik Malaysia (MUDA) dan kerap menyuarakan reformasi. Putusan akhir nanti tidak hanya menentukan nasib hukumnya, tetapi juga dapat memengaruhi peta politik menjelang pemilihan negara bagian Johor.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah penundaan ini akan menguntungkan atau merugikan Syed Saddiq? Di satu sisi, waktu tambahan memberinya kesempatan mempersiapkan diri; di sisi lain, ketidakpastian dapat menggerogoti dukungan politik. Yang jelas, 13 Juli akan menjadi hari penentuan bagi perjalanan hukum dan politik Syed Saddiq.



