Kid Rock Buka-bukaan soal Telefon Larut Malam dengan Trump: 'Pertunjukan Sampah Terhebat'
Baca dalam 60 detik
- Musisi Kid Rock mengaku sering menelepon Presiden AS Donald Trump pada larut malam, menyebutnya sebagai 'pertunjukan sampah terhebat di Bumi'.
- Persahabatan mereka lebih bersifat hiburan pribadi ketimbang diskusi politik, dengan Trump yang selalu mengangkat telepon saat dihubungi.
- Kid Rock juga mengkritik penampilan Bad Bunny di Super Bowl, sejalan dengan kecaman Trump terhadap pertunjukan tersebut.

Kid Rock, musisi rock asal Amerika Serikat, mengungkapkan kedekatannya dengan Presiden Donald Trump dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Sky News Australia. Pelantun "All Summer Long" itu menyebut persahabatan mereka sebagai sesuatu yang "sangat mengasyikkan", terutama saat mereka berbincang lewat telefon pada larut malam.
Dalam acara spesial "Trump's America: 250 Years in the Making", Kid Rock—nama asli Robert Ritchie—menjawab pertanyaan tentang bagaimana rasanya memiliki "teman yang menjalankan dunia". Dengan lugas ia menjawab, "Sungguh luar biasa. Saya sangat menikmati menghabiskan waktu bersamanya, mengobrol, dan mendapat tempat duduk terdepan untuk pertunjukan sampah terhebat di Bumi."
Rock mengaku bahwa menelepon Trump adalah "salah satu trik minum larut malam" miliknya karena ia tahu kapan presiden tersebut masih terjaga. "Dia sangat ramah, selalu mengangkat telepon, atau akan menelepon balik hanya untuk ngobrol santai," ujar Rock. Namun, ia menegaskan bahwa pembicaraan mereka tidak pernah menyangkut kebijakan negara. "Dia tidak menelepon saya untuk bertanya, 'Hei, apa yang harus kita lakukan di Iran, Bob?' Saya tidak mendapat telepon seperti itu."
Di luar hubungannya dengan Trump, Kid Rock juga menyoroti kontroversi penampilan Bad Bunny di Super Bowl. Ia menjadi bintang utama dalam acara alternatif "All-American Halftime Show" yang digelar oleh Turning Point USA sebagai protes terhadap pemilihan Bad Bunny sebagai pengisi acara utama. Rock mengaku tidak memahami pertunjukan Bad Bunny yang penuh dengan lagu berbahasa Spanyol dan koreografi ekstravaganza. "Saya tidak mengerti satu kata pun. Bukan cangkir teh saya, tapi saya tidak menyalahkan anak itu. Saya menyalahkan NFL karena menempatkannya di posisi itu," kata Rock dalam wawancara dengan The Ingraham Angle.
Komentar Kid Rock muncul setelah Trump secara terbuka mengecam penampilan Bad Bunny di platform Truth Social. Trump menyebut pertunjukan itu "sangat buruk, salah satu yang terburuk sepanjang masa" dan menganggapnya sebagai "tamparan bagi negara kita". Trump juga mengkritik penggunaan bahasa Spanyol dan tarian yang dianggapnya tidak pantas untuk anak-anak. Sementara itu, Bad Bunny sendiri membela penampilannya dengan mengatakan bahwa ia ingin mengadakan pesta dansa yang meriah.
Fenomena ini menarik untuk dicermati dari sisi budaya pop dan politik. Di Indonesia, hubungan antara artis dan pemimpin politik juga kerap menjadi sorotan, meskipun dalam konteks yang berbeda. Kedekatan Kid Rock dengan Trump menunjukkan bagaimana figur publik bisa menjadi jembatan informal antara hiburan dan kekuasaan, sekaligus menjadi corong opini politik tertentu. Hal ini mengingatkan pada interaksi antara selebritas Tanah Air dengan para pejabat, yang sering kali dimanfaatkan untuk mendekatkan diri pada basis massa.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah hubungan semacam ini akan terus berlanjut pasca pemilu AS mendatang. Jika Trump kembali maju dan kalah, akankah Kid Rock tetap setia? Atau justru sebaliknya, persahabatan ini akan semakin kuat jika Trump kembali berkuasa? Yang jelas, bagi Kid Rock, memiliki akses langsung ke pemimpin negara adalah sebuah hiburan yang tak ternilai, meskipun ia sadar betul bahwa ia hanyalah penonton di panggung politik yang lebih besar.



