Jannik Sinner Bersyukur Terhindar dari Cedera Serius Usai Terjatuh di Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner nyaris mengalami cedera parah saat terpeleset di lapangan rumput Wimbledon pada laga babak pertama.
- Sinner mengaku beruntung karena insiden itu tidak berdampak buruk, meskipun ia sempat memegang pinggul kiri setelah jatuh.
- Pengalaman sebagai pemain ski muda tidak otomatis membantunya menghindari cedera saat jatuh di lapangan tenis, menurut Sinner.

Juara bertahan Wimbledon, Jannik Sinner, mengaku lega karena terhindar dari cedera serius setelah terpeleset dan jatuh di baseline saat melawan Miomir Kecmanovic pada babak pertama, Senin (29/6). Insiden itu terjadi di set ketiga pertandingan yang akhirnya dimenangi Sinner dengan skor 4-6, 6-3, 6-7(6), 6-2, 6-3.
Petenis Italia berusia 24 tahun itu sempat memegang pinggul kirinya setelah jatuh, namun ia mampu melanjutkan pertandingan dan memastikan kemenangan. Kini ia akan berhadapan dengan Nuno Borges di babak kedua. Sinner, yang pernah mengalami cedera siku pada putaran keempat Wimbledon tahun lalu, bersyukur bahwa insiden kali ini tidak meninggalkan dampak permanen.
โSatu kali jatuh bisa menjadi momen berat karena Anda bisa cedera,โ ujar Sinner kepada wartawan. โIni hal yang paling normal. Lapangan rumput memang seperti ini. Terutama pada pertandingan awal ketika rumput masih baru, Anda lebih sering tergelincir. Saya beruntung karena hal-hal buruk bisa terjadi dengan sangat cepat.โ
Ia menambahkan bahwa meskipun memiliki latar belakang sebagai pemain ski yang berbakat di masa muda, hal itu tidak otomatis memberinya teknik lebih baik untuk menghindari cedera saat jatuh. โAda beberapa gerakan yang tidak bisa Anda kendalikan. Itu hanya naluri biasa. Ski bisa membantu di momen tertentu, tetapi tidak saat Anda jatuh dan kehilangan kendali,โ jelasnya.
Menurut Sinner, timnya telah melakukan banyak pencegahan sebelum turnamen karena menyadari potensi risiko di lapangan rumput. โHari ini hal itu terjadi. Yang terpenting adalah mengambil pelajaran dan terus bergerak seperti sebelumnya. Jika Anda terlalu takut, semuanya menjadi lambat. Di permukaan ini, Anda tidak bisa melakukan itu,โ tegasnya.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, insiden ini mengingatkan pada pentingnya adaptasi terhadap permukaan lapangan. Lapangan rumput Wimbledon dikenal licin, terutama pada hari-hari awal turnamen. Petenis Indonesia yang bermain di turnamen internasional juga perlu mewaspadai kondisi serupa, meskipun jarang ada yang berlaga di level grand slam. Cedera akibat terpeleset bisa mengubah jalannya karier seorang atlet, seperti yang dialami beberapa petenis top sebelumnya.
Ke depan, Sinner diharapkan bisa menjaga kondisi fisiknya agar tetap kompetitif di turnamen ini. Ia adalah salah satu favorit juara setelah penampilan impresifnya tahun lalu. Pertanyaan yang muncul: mampukah ia mempertahankan gelar di tengah risiko cedera yang mengintai setiap saat?



