Paraguay Bikin Kejutan: Jerman Tersingkir di Adu Penalti
Baca dalam 60 detik
- Paraguay mengalahkan Jerman melalui adu penalti di Piala Dunia 2026, mencatat kemenangan bersejarah pertama mereka di fase gugur sejak 2014.
- Tim berperingkat rendah dengan rata-rata gol 0,78 per laga kualifikasi ini sukses menumbangkan juara dunia empat kali berkat pertahanan disiplin dan mental baja.
- Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Jerman dalam adu penalti di Piala Dunia, memicu pertanyaan besar tentang masa depan pelatih Julian Nagelsmann.

Jose Canale menjadi pahlawan Paraguay setelah tendangan penaltinya memastikan kemenangan dramatis atas Jerman di babak 16 besar Piala Dunia 2026, sebuah hasil yang langsung tercatat sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen. Pertandingan yang berlangsung di Boston Stadium pada Kamis (1/7) malam itu berakhir dengan skor 1-1 setelah perpanjangan waktu, sebelum Paraguay unggul 4-3 dalam adu penalti.
Bagi Paraguay, ini adalah momen yang telah lama dinanti. Terakhir kali mereka melaju ke fase gugur Piala Dunia adalah pada 2010, dan sejak itu mereka absen dari dua edisi berikutnya. Tim asuhan Gustavo Alfaro, yang baru menangani tim pada pertengahan kualifikasi, tampil dengan pertahanan rapat dan disiplin tinggi. Statistik menunjukkan Jerman mendominasi penguasaan bola hingga 75% dan melepaskan 21 tembakan berbanding 7 milik Paraguay, namun skuad La Albirroja tidak pernah goyah.
Kemenangan ini juga memiliki arti khusus bagi rakyat Paraguay. Seorang penggemar berusia 16 tahun yang lahir pada tahun terakhir Paraguay tampil di Piala Dunia mengungkapkan kegembiraannya kepada BBC Sport. "Banyak orang meragukan kami. Dan kami membuktikan mereka semua salah. Sekarang semua orang akan tahu siapa Paraguay!" ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Presiden Paraguay, Santiago Pena, bahkan telah menyatakan hari libur nasional setelah timnya lolos ke Piala Dunia, dan kini ia bercanda akan menambah satu hari libur lagi.
Bagi Jerman, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Pelatih Julian Nagelsmann kini berada di bawah tekanan besar setelah timnya tersingkir lebih awal dari yang diharapkan. Media Jerman menyebutnya sebagai "mimpi buruk sepak bola berikutnya" setelah kegagalan di turnamen sebelumnya. Mantan pemain sayap Skotlandia, Pat Nevin, yang meliput pertandingan untuk BBC Radio 5 Live, mengatakan, "Kami menonton sepak bola untuk emosi, kegembiraan, dan momen-momen spesial. Orang-orang di depan kami menangis. Mereka tidak percaya. Ini pasti salah satu hasil terbesar dalam sejarah sepak bola Paraguay."
Analis sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, menyoroti semangat khas Paraguay yang muncul di saat-saat sulit. "Jika Anda mencari tim yang bisa dijadikan panutan di Piala Dunia ini, lihatlah Paraguay. Mereka memiliki grit dan dorongan, ketika situasi sulit, mereka justru hidup. Mereka mengatasi kesulitan untuk menjatuhkan raksasa sepak bola Eropa. Tidak selalu indah, mereka bermain sesuai keterbatasan, tetapi drama dan cerita yang luar biasa," kata Vickery.
Bagi Indonesia, kisah Paraguay memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana tim yang dianggap underdog bisa bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia. Dengan disiplin taktik, semangat juang, dan dukungan penuh dari rakyat, Paraguay membuktikan bahwa peringkat dan statistik tidak selalu menentukan hasil akhir. Timnas Indonesia, yang tengah berjuang meningkatkan kualitas, bisa mengambil inspirasi dari perjalanan Paraguay yang mampu mengalahkan tim sekelas Jerman meski minim pengalaman di Piala Dunia.
Kapten Paraguay, Gustavo Gomez, menegaskan bahwa kemenangan ini dipersembahkan untuk seluruh rakyat Paraguay. "Kami pantas mendapatkan satu pertandingan lagi. Hari ini kami harus menunjukkan warna asli kami sebagai tim Paraguay. Jerman tahu itu akan sangat sulit bagi mereka. Mereka tahu kami akan berjuang untuk tidak terkalahkan," ujarnya. Sementara itu, pelatih Alfaro dengan rendah hati berkata, "Kami mungkin memiliki kekurangan, tetapi kami memiliki hati yang tidak pernah menyerah, dan itulah yang membuat kami tetap hidup."
Kini Paraguay menunggu lawan di perempat final, yang akan ditentukan dari pertandingan antara Prancis dan Swedia. Apakah mereka bisa melanjutkan mimpi ini? Ataukah perjalanan ajaib mereka akan berakhir? Satu hal yang pasti, Paraguay telah menempatkan diri mereka di peta sepak bola dunia dengan cara yang tak terlupakan.



