Ribuan Anggota Sekte Filipina Demo Tolak Penangkapan Senator Pro-Duterte
Baca dalam 60 detik
- Senator Rodante Marcoleta, anggota Iglesia Ni Cristo, akan didakwa karena tidak melaporkan dana kampanye senilai 75 juta peso.
- Unjuk rasa ribuan anggota INC di Manila memacetkan lalu lintas, menandakan tekanan politik menjelang persidangan Wakil Presiden Sara Duterte.
- Kasus ini memperkuat polarisasi di Filipina, dengan Marcos memantau situasi dan sekutu Duterte lainnya menghadapi tuntutan serupa.

Ribuan anggota Iglesia Ni Cristo (INC), sekte agama berpengaruh di Filipina, memadati jalan utama Manila pada Selasa (30/6) sebagai bentuk protes terhadap rencana penangkapan Senator Rodante Marcoleta, yang juga merupakan anggota sekte tersebut dan sekutu dekat Wakil Presiden Sara Duterte yang sedang diimpeach. Aksi ini langsung melumpuhkan lalu lintas di kawasan Epifanio de los Santos Avenue (EDSA) sejauh beberapa kilometer, mengganggu aktivitas warga yang hendak bekerja dan bersekolah.
Protes ini digelar sehari setelah Ombudsman Filipina, Jesus Remulla, mengumumkan bahwa Marcoleta akan didakwa atas tuduhan tidak melaporkan sumbangan kampanye yang tidak terpakai senilai 75 juta peso (sekitar Rp20 miliar). Marcoleta dikenal sebagai salah satu suara kunci di Senat yang hampir pasti akan menolak vonis bersalah terhadap Sara Duterte dalam sidang impeachment yang dijadwalkan dimulai pada 6 Juli. Sidang tersebut membutuhkan 16 dari 24 suara senator untuk memakzulkan dan melarang Duterte menduduki jabatan publik secara permanen.
Juru bicara INC, Edwil Zabala, dalam sebuah video yang diunggah di Facebook, menyatakan bahwa aksi ini adalah seruan untuk transparansi dan keadilan. โKami ingin mereka yang berwenang mendengar bahwa meskipun mereka memenjarakan Senator Marcoleta, kami tidak akan berhenti menuntut keadilan,โ ujarnya. โKeadilan yang selektif adalah ketidakadilan, dan kami tidak akan diam.โ
Kepolisian setempat memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai 8.000 orang dan diperkirakan akan terus bertambah. Juru bicara kepolisian regional, Hazel Asilo, mengatakan bahwa kemacetan parah terjadi sejak pagi hari dan hanya jalur bus yang bisa dilalui. โAcara ini menyebabkan kemacetan besar pagi ini, terutama bagi mereka yang pergi bekerja atau sekolah,โ katanya.
Kasus Marcoleta bukanlah satu-satunya yang menimpa kubu Duterte. Bulan lalu, jaksa penuntut juga mengajukan dakwaan terhadap Senator Jose โJinggoyโ Estrada, sekutu Duterte lainnya, atas keterlibatannya dalam skandal korupsi proyek pengendalian banjir fiktif yang merugikan negara. Sementara itu, Senator Ronald โBatoโ Dela Rosa, yang juga pendukung setia Duterte, dilaporkan bersembunyi setelah nyaris ditangkap berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait perannya dalam perang narkoba berdarah era mantan Presiden Rodrigo Duterte.
INC sendiri memiliki sejarah panjang sebagai blok suara yang kuat dan dekat dengan dinasti politik Duterte. Pada November lalu, mereka menggelar aksi massa yang dihadiri ratusan ribu orang untuk menuntut akuntabilitas atas skandal pengendalian banjir yang melibatkan pejabat dan anggota parlemen. Banyak pembicara dalam acara tersebut menyalahkan Presiden Ferdinand Marcos atas skandal itu. Pada Januari 2025, INC juga menggelar demonstrasi besar-besaran menentang upaya impeachment terhadap Sara Duterte yang saat itu masih digodok. Meskipun Mahkamah Agung membatalkan impeachment pertama, Duterte kembali diimpeach oleh DPR bulan lalu.
Menariknya, Presiden Marcos pada hari Selasa membatalkan jamuan makan siang yang direncanakan dengan pers asing untuk memantau situasi. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah memandang aksi INC dan potensi dampaknya terhadap stabilitas politik. Dengan persidangan Duterte yang tinggal menghitung hari, tekanan politik di Filipina semakin memanas. Pertanyaannya, akankah Marcos mampu menahan gelombang protes dari basis pendukung Duterte yang solid, atau justru memperdalam perpecahan yang sudah ada?



