BTS Bawa Arirang City ke London, Fan Event Skala Besar Siap Digelar
Baca dalam 60 detik
- BTS menggelar BTS The City London, serangkaian acara interaktif dari 4 hingga 10 Juli 2026, menjelang konser mereka di Tottenham Hotspur Stadium.
- Event ini melibatkan berbagai landmark London, termasuk London Eye dan perahu di Sungai Thames, serta kolaborasi dengan merek global seperti Samsung dan Nike.
- Bagi penggemar Indonesia, fenomena ini menandai tren global di mana pengalaman konser diperluas ke seluruh kota, membuka peluang bagi destinasi wisata dan merek lokal untuk terlibat.

BTS kembali menghadirkan gebrakan bagi para penggemarnya di Eropa. Grup K-pop asal Korea Selatan itu akan menggelar BTS The City London, sebuah festival skala besar yang berlangsung dari 4 hingga 10 Juli 2026, sebagai pemanasan menjelang konser dua malam mereka di Tottenham Hotspur Stadium pada 6โ7 Juli. Bukan sekadar konser, acara ini menjelma menjadi perayaan budaya yang menyelimuti pusat kota London.
Rangkaian acara dimulai di Korean Cultural Centre UK, yang akan menampilkan pemutaran film, zona foto, dan pameran kostum panggung yang pernah dikenakan BTS saat tampil di Wembley. Bagi penggemar yang datang dari berbagai penjuru dunia, ini adalah kesempatan untuk bernostalgia dengan momen-momen ikonik grup tersebut di London. Tak hanya itu, sejumlah landmark kota ikut meramaikan, termasuk London Eye yang akan diterangi cahaya khusus dan pengalaman naik perahu di Sungai Thames dengan tema Arirang.
Memasuki pertengahan pekan, tepatnya 8โ10 Juli, perhatian beralih ke ARMY โMadangโ di Outernet. Di sana, pengunjung dapat menikmati instalasi imersif, merchandise eksklusif, dan zona interaktif. Samsung Galaxy Experience Booth menawarkan suvenir personal berbasis kecerdasan buatan, sementara pop-up Imagine Your Korea! dari Korean Tourism Organization menyediakan aktivitas budaya seperti tarian dan musik. Nike juga turut hadir dengan gerai khusus yang menampilkan koleksi kolaborasi terbaru mereka dengan BTS.
Konsep The City sendiri merupakan perpanjangan dari pengalaman konser, mengubah kota tuan rumah menjadi pusat interaktif melalui atraksi, kemitraan, dan program budaya. London menjadi kota kedua setelah Las Vegas yang sukses menyelenggarakan BTS The City Arirang. Bagi para penggemar di Indonesia, fenomena ini menjadi cerminan bagaimana industri hiburan global semakin mengintegrasikan elemen pariwisata dan budaya lokal ke dalam tur konser. Hal ini membuka peluang bagi kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta atau Bali, untuk menjadi tuan rumah serupa di masa depan, mengingat besarnya basis penggemar BTS di Tanah Air.
Menurut pengamat industri hiburan, tren city takeover seperti ini tidak hanya menguntungkan penggemar, tetapi juga mendongkrak ekonomi lokal. Bisnis kecil seperti restoran dan kafe di sekitar lokasi acara mendapat limpahan pengunjung. Di London, tempat makan seperti Hongdae Pocha, Deun Deun, dan DOPI ikut berpartisipasi, mencerminkan upaya menghubungkan pengunjung internasional dengan komunitas independen setempat. Ke depannya, model ini bisa diadopsi oleh artis global lain, mengubah cara konser dipandangโbukan sekadar pertunjukan, melainkan festival kota yang inklusif.
Dengan suksesnya edisi Las Vegas dan London, pertanyaan selanjutnya adalah: kota mana yang akan menjadi tuan rumah BTS The City berikutnya? Dan apakah Indonesia siap menyambut gelombang penggemar yang haus akan pengalaman imersif semacam ini?



