Dustin Johnson Putuskan Absen dari The Open, Akhiri Rekor 38 Major Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Dustin Johnson mundur dari kualifikasi final The Open 2025, memastikan dirinya absen di turnamen mayor untuk pertama kali sejak 2017.
- Pebalap LIV Golf itu sebelumnya selalu lolos otomatis atau melalui kualifikasi, namun kali ini gagal mempertahankan rekor 38 start mayor beruntun.
- Absennya Johnson menambah daftar pemain top yang tidak tampil di Royal Birkdale, sekaligus menjadi sinyal perubahan peta persaingan golf global.

Dustin Johnson, peraih dua gelar major, dipastikan tidak akan tampil pada The Open Championship tahun ini setelah namanya dicoret dari daftar peserta kualifikasi final. Ini merupakan kali pertama sejak 2009 sang pemain absen di turnamen tertua dalam dunia golf tersebut.
Johnson, yang kini berusia 42 tahun, sebelumnya mendaftar untuk mengikuti kualifikasi final di Dundonald Links, Skotlandia—satu dari empat venue yang menyediakan total 20 tiket menuju Royal Birkdale pada Juli mendatang. Namun, tanpa penjelasan resmi, namanya tiba-tiba dihapus dari daftar peserta. Keputusan ini mengakhiri rekor impresifnya: 38 turnamen major beruntun sejak Masters 2017.
Sepanjang kariernya, Johnson hanya sekali nyaris menjuarai The Open, yaitu pada 2011 saat ia finis di posisi kedua bersama. Dalam 15 major terakhir, ia hanya mencatat satu kali finis di 20 besar. Meski demikian, ia tetap lolos cut di ketiga major yang diikutinya tahun ini—Masters, PGA Championship, dan US Open.
Keputusan Johnson ini menarik perhatian karena ia termasuk salah satu dari sedikit pemain LIV Golf yang masih kompetitif di level major. Sejak bergabung dengan LIV pada 2022, performanya di turnamen besar memang menurun—hanya sekali finis di 10 besar dalam sembilan major terakhir. Absennya ia di Royal Birkdale bisa menjadi indikasi bahwa persaingan di LIV Golf tidak lagi memberikan persiapan optimal untuk turnamen tradisional.
Bagi penggemar golf di Indonesia, kehilangan Johnson berarti tidak akan ada lagi momen spektakuler seperti drive panjang khasnya yang kerap menghibur penonton. Namun, ini juga membuka peluang bagi pemain muda atau pegolf Asia yang mungkin lolos kualifikasi untuk bersinar. Beberapa nama seperti Ryo Hisatsune atau pemain Jepang lainnya bisa menjadi perhatian publik Tanah Air.
Dengan absennya Johnson, The Open tahun ini diprediksi akan semakin terbuka. Nama-nama seperti Rory McIlroy, Jon Rahm, dan Scottie Scheffler menjadi favorit. Namun, Royal Birkdale dikenal sebagai lapangan yang menuntut akurasi dan strategi—bukan sekadar kekuatan pukulan. Akankah juara baru lahir, atau justru pemain veteran seperti Jordan Spieth yang kembali bangkit? Publik golf dunia menanti jawabannya.



