Ketenangan Alfred Johansson di Tengah Euforia Motherwell: Fokus Tetap ke Liga, Bukan Eropa
Baca dalam 60 detik
- Motherwell memastikan tempat di play-off Conference League usai menaklukkan HJK Helsinki 2-0 di kandang, dengan total agregat 3-1.
- Pelatih anyar Alfred Johansson, yang belum terkalahkan dalam enam laga, memilih tetap membumi dan memprioritaskan laga domestik melawan Stenhousemuir.
- Keberhasilan ini menegaskan kesinambungan proyek Motherwell pasca-kepergian Jens Berthel Askou, meski sejumlah pilar juga hengkang.

Motherwell melaju ke babak play-off Liga Conference Eropa setelah menundukkan HJK Helsinki 2-0 di Fir Park, Kamis (15/8) dini hari WIB. Kemenangan agregat 3-1 ini membawa tim asal Skotlandia itu selangkah lagi menuju fase grup, tetapi pelatih Alfred Johansson memilih untuk tidak larut dalam euforia. Ia lebih memilih fokus pada laga Piala Liga melawan Stenhousemuir akhir pekan ini.
Di tengah sorak sorai lebih dari 8.000 suporter yang memadati stadion, Johansson tetap tenang. Ia bahkan mengaku harus menyelesaikan urusan domestik—memberi makan bayinya—sebelum memikirkan pertandingan. Sikap rendah hati ini kontras dengan antusiasme para penggemar yang mulai merencanakan perjalanan ke Freiburg, Jerman, untuk laga play-off. Namun, bagi Johansson, setiap pertandingan adalah final, dan ia tidak mau terganggu oleh mimpi yang belum terwujud.
Ketenangan Johansson bukan tanpa alasan. Ia mengambil alih tim dari Jens Berthel Askou, pelatih asal Denmark yang hanya semusim di Scottish Premiership namun meninggalkan kesan mendalam. Askou kini menangani Toulouse di Prancis, dan banyak pihak meragukan apakah Johansson mampu menggantikannya. Namun, enam laga tanpa kekalahan membuktikan bahwa transisi ini berjalan mulus, meski sejumlah pemain kunci seperti Elijah Just, Elliot Watt, Callum Slattery, dan Calum Ward juga hengkang.
Andy Halliday, mantan pemain Motherwell yang sempat bermain di bawah arahan Askou, menilai gaya kepelatihan Johansson tidak jauh berbeda. "Banyak fundamental yang mirip," ujarnya kepada BBC Sportsound. Halliday juga memuji pendekatan progresif klub, yang mengandalkan pengembangan pemain muda dan akademi. "Mereka kehilangan pelatih hebat, tapi merekrut pengganti yang serupa. Saya suka itu," tambahnya.
Namun, Halliday mengingatkan bahwa Motherwell masih membutuhkan satu atau dua tambahan pemain, terutama penyerang haus gol, untuk bisa bersaing di level tertinggi. "Saya berharap mereka merekrut pemain di lini depan. Jika itu terjadi, mereka bisa sebaik musim lalu," katanya. Saat ini, ketajaman di lini depan menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas, meski Ibrahim Said tampil memukau dengan dua gol solo ke gawang HJK.
Said, pemain asal Nigeria, menjadi bintang dengan dua golnya yang memukau. Johansson menyebutnya "luar biasa", namun tetap mengingatkan bahwa pemain itu belum menunjukkan kemampuan ofensifnya saat melawan Falkirk pekan lalu. Sikap ini mencerminkan pendekatan Johansson yang selalu membumi, kualitas yang dianggap penting di tengah hiruk-pikuk pujian.
Bagi sepak bola Skotlandia, pencapaian Motherwell ini menjadi sinyal bahwa klub-klub di luar Old Firm bisa bersaing di Eropa. Keberhasilan mereka juga berkontribusi pada koefisien UEFA Skotlandia, yang berdampak pada jumlah jatah klub di kompetisi Eropa musim depan. Ini pelajaran berharga bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa konsistensi manajemen dan pengembangan pemain muda adalah kunci sukses jangka panjang.
Johansson sendiri menegaskan bahwa fokusnya hanya pada laga berikutnya. "Ini final bagi kami," katanya merujuk pada pertandingan melawan Stenhousemuir. Ia juga memuji atmosfer Fir Park yang menurutnya memberikan energi tambahan bagi para pemain. "Ada energi yang menular dari tribun ke lapangan. Itu membuat kami lebih baik," ujarnya.
Dengan play-off menanti, pertanyaan besarnya adalah: dapatkah Motherwell mempertahankan performa ini dan melaju ke fase grup? Atau akankah kurangnya kedalaman skuad menjadi batu sandungan? Jawabannya akan mulai terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat mereka menjalani laga-laga krusial baik di domestik maupun Eropa.



