Skandal Prostitusi Bawah Umur Guncang Serie A: Bastoni Tersangka, Calafiori Jadi Saksi
Baca dalam 60 detik
- Bek Inter Milan Alessandro Bastoni resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur.
- Riccardo Calafiori (Arsenal), Daniel Maldini (Lazio), dan Kevin Bonifazi akan diperiksa sebagai saksi untuk mengungkap jaringan yang digerakkan oleh perusahaan event Milan.
- Kasus ini menyoroti lemahnya perlindungan anak di Italia dan membuka diskusi tentang regulasi hiburan malam bagi atlet profesional.

Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, resmi berstatus tersangka dalam skandal prostitusi bawah umur yang melibatkan puluhan pemain Serie A dan B. Penetapan status ini menandai babak baru dalam penyelidikan yang berpusat pada sebuah perusahaan event di Milan yang diduga menyediakan layanan hiburan malam 'all-inclusive' bagi kalangan elite.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Bastoni menjadi satu-satunya pemain yang saat ini menghadapi penyelidikan formal karena dugaan hubungan dengan seorang gadis berusia 17 tahun pada Juni 2020. Dalam hukum Italia, transaksi seksual dengan pekerja seks komersial yang telah berusia 18 tahun ke atas tidak dianggap sebagai tindak pidana. Namun, karena usia korban di bawah batas legal, kasus ini masuk dalam ranah pidana.
Baik Bastoni maupun gadis tersebut membantah adanya kontak seksual, apalagi praktik prostitusi. Meski demikian, penyidik terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah pihak yang dianggap mengetahui operasional perusahaan event tersebut. Perusahaan itu diduga telah mengorganisir malam-malam eksklusif bagi sedikitnya 64 pemain Serie A dan B, menjadikannya salah satu kasus terbesar yang melibatkan pesepakbola profesional di Italia.
Dalam perkembangan terbaru, penyidik juga akan memanggil sejumlah pemain lain sebagai saksi yang dianggap dapat memberikan informasi berharga. Mereka termasuk bek Arsenal dan timnas Italia, Riccardo Calafiori, gelandang Lazio Daniel Maldini, serta mantan bek Bologna Kevin Bonifazi. Keterangan para saksi ini diharapkan dapat mengungkap lebih dalam modus operandi perusahaan event tersebut dan sejauh mana keterlibatan para pemain.
Kasus ini memicu perdebatan di Italia tentang perlindungan anak dan pengawasan terhadap praktik hiburan malam yang menyasar figur publik. Federasi Sepakbola Italia (FIGC) belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun publik mulai mempertanyakan peran klub dalam mengawasi perilaku pemain di luar lapangan. Di Indonesia, kasus serupa juga pernah terjadi dan menjadi pengingat bahwa atlet profesional tidak kebal dari jerat hukum, terutama jika menyangkut kejahatan terhadap anak.
Ke depan, penyelidikan ini berpotensi memperluas jaringannya. Apakah akan ada tersangka baru selain Bastoni? Ataukah kasus ini akan mendorong reformasi dalam pengaturan hiburan malam bagi atlet di Italia? Publik menunggu langkah selanjutnya dari otoritas hukum Milan.



