Kiper Juventus Michele Di Gregorio Minta Maaf Usai Agendanya Hina Rekan Setim
Baca dalam 60 detik
- Michele Di Gregorio secara terbuka meminta maaf setelah agennya melontarkan kritik pedas terhadap penyerang Juventus di media sosial.
- Agen Di Gregorio, Carlo Alberto Belloni, mengecam kebijakan transfer klub dan menyebut para striker yang didatangkan seharga €130 juta sebagai 'mengerikan'.
- Di Gregorio hanya menjauhkan diri dari hinaan terhadap rekan setim, namun tidak mengomentari kritik agennya terhadap direksi dan pelatih.

Kiper Juventus, Michele Di Gregorio, berusaha meredakan ketegangan setelah agennya melontarkan serangan verbal terhadap klub. Melalui unggahan di Instagram Stories, ia menegaskan rasa hormat dan kekagumannya kepada rekan-rekan setim, meskipun agennya sendiri yang justru memicu kontroversi.
Di Gregorio saat ini masuk dalam daftar jual Juventus pada bursa transfer musim panas ini. Klub dilaporkan tengah mencari setidaknya satu pengganti, bahkan dua jika Mattia Perin juga hengkang. Situasi ini memicu kemarahan agen Di Gregorio, Carlo Alberto Belloni, yang meluapkan kekesalannya melalui Instagram Stories.
Belloni menuduh direksi Juventus mengalihkan kesalahan kepada Di Gregorio atas kegagalan mereka di pasar transfer. Ia secara khusus mengkritik para penyerang yang didatangkan klub musim lalu—Jonathan David, Lois Openda, dan Edon Zhegrova—dengan biaya total mencapai €130 juta. Belloni menyebut mereka "mengerikan" meski mahal.
Menanggapi pernyataan agennya, Di Gregorio menulis klarifikasi di Instagram Stories. Ia menekankan bahwa meskipun ia memiliki hubungan baik dengan Belloni, ia tidak sependapat dengan hinaan terhadap rekan setim. "Saya menjauhkan diri dari apa yang dikatakan tentang rekan setim saya, yang sangat saya kagumi dan hormati, seperti yang ditunjukkan di dalam dan luar lapangan," tulisnya.
Namun, yang menarik perhatian adalah bahwa Di Gregorio hanya menyanggah komentar tentang para pemain, bukan kritik terhadap direksi dan pelatih. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa ketegangan antara kiper dan manajemen klub masih belum mereda. Juventus sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas insiden ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya manajemen hubungan antara pemain, agen, dan klub. Di era media sosial, pernyataan agen bisa berdampak besar pada karier pemain dan stabilitas tim. Keputusan Di Gregorio untuk tidak membela direksi juga bisa mempengaruhi masa depannya di Juventus, terutama jika klub tetap berniat melepasnya.
Ke depan, publik akan menantikan langkah selanjutnya dari Juventus. Apakah Di Gregorio akan tetap dipertahankan atau justru semakin terpinggirkan? Satu hal yang pasti, insiden ini menambah daftar panjang drama di balik layar klub raksasa Italia tersebut.



