Piala Dunia 2026: Gelandang Roma Neil El Aynaoui Jadi Buruan Manchester United dan Liverpool
Baca dalam 60 detik
- Neil El Aynaoui, gelandang Roma asal Maroko, tampil gemilang di Piala Dunia 2026 dan menarik minat Manchester United serta Liverpool.
- Pemain berusia 25 tahun itu dibeli Roma dari Lens seharga โฌ23,5 juta setahun lalu, dan kini nilai pasarnya berpotensi meroket.
- Roma disebut tidak akan menghalangi kepergian El Aynaoui jika ada tawar menawar besar, membuka peluang transfer ke Premier League.

Penampilan gemilang gelandang AS Roma, Neil El Aynaoui, bersama Maroko di Piala Dunia 2026 membuatnya masuk dalam radar dua raksasa Premier League, Manchester United dan Liverpool. Pemain berusia 25 tahun yang baru saja merayakan ulang tahunnya saat berlaga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu menjadi sorotan berkat disiplin bertahan dan atletisitasnya.
El Aynaoui menjadi bagian penting dari skuad Maroko yang tampil mengejutkan di turnamen ini. Setelah menahan imbang Brasil 1-1, Maroko mengalahkan Skotlandia dan Haiti, lalu menyingkirkan Belanda melalui adu penalti. Langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan tuan rumah Kanada. Meski demikian, performa individu El Aynaoui tetap bersinar.
Gelandang serbabisa ini baru bergabung dengan Roma setahun lalu dari RC Lens dengan biaya transfer โฌ23,5 juta plus bonus. Meski sempat diganggu cedera dan absen lama karena Piala Afrika, ia berhasil mengumpulkan 34 penampilan kompetitif untuk I Giallorossi, dengan kontribusi dua gol dan dua assist. Kini, nilai pasarnya diprediksi melonjak seiring ketertarikan klub-klub besar Eropa.
Menurut laporan TEAMtalk, Manchester United dan Liverpool terkesan dengan disiplin defensif dan kemampuan atletik El Aynaoui. Kedua klub Premier League itu dikenal rajin memantau pemain-pemain muda berbakat di Piala Dunia. Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, menyebut El Aynaoui memiliki potensi besar, namun masih terus mengasah kemampuannya agar sesuai dengan visi permainannya.
Bagi Indonesia, ketertarikan klub-klub besar Inggris terhadap pemain Afrika ini mencerminkan tren global di mana pemain dari benua hitam semakin mendominasi panggung sepak bola dunia. Maroko, sebagai wakil Afrika, menjadi inspirasi bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Keberhasilan El Aynaoui menembus elite Eropa bisa menjadi contoh bagi pesepak bola Tanah Air untuk terus mengembangkan bakat dan disiplin.
Roma sendiri dikabarkan tidak akan menghalangi kepergian El Aynaoui jika ada tawaran menggiurkan. Dengan usia yang masih muda dan potensi yang terus berkembang, ia bisa menjadi investasi jangka panjang bagi klub mana pun. Pertanyaannya, akankah Manchester United atau Liverpool berani mengeluarkan dana besar untuk mengamankan jasanya? Atau justru klub lain yang akan bergerak lebih dulu?



