Tonali ke Tottenham: Rekor Transfer Italia, Tantangan Adaptasi di Bawah De Zerbi
Baca dalam 60 detik
- Sandro Tonali akan bergabung dengan Tottenham Hotspur dengan nilai transfer sekitar ยฃ100 juta, menjadikannya pemain Italia termahal sepanjang masa.
- Kepindahan ini mempertemukan kembali Tonali dengan pelatih Roberto De Zerbi, yang dikenal dengan gaya permainan intens dan taktis, menimbulkan pertanyaan tentang peran sang gelandang.
- Akumulasi biaya transfer Tonali dari tiga klub berbeda telah melampaui โฌ200 juta, mencerminkan nilai pasar yang meroket untuk pemain Italia.

Sandro Tonali resmi menuju Tottenham Hotspur dalam kesepakatan yang memecahkan rekor transfer pemain Italia. Gelandang berusia 24 tahun itu terbang dari Milan menuju London pada Kamis lalu, mengucapkan kalimat perpisahan singkat kepada wartawan: "Kami siap untuk petualangan baru." Nilai transfer yang mendekati ยฃ100 juta (โฌ116 juta) menjadikannya pemain Italia termahal dalam sejarah, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Jorginho dan Gianluigi Donnarumma.
Keputusan Tonali memilih Tottenham di tengah minat dari beberapa klub top Eropa menjadi sorotan. Sumber internal klub menyebutkan peran kunci Roberto De Zerbi, pelatih anyar Spurs, sebagai faktor penentu. Keduanya pernah bekerja sama di Brescia pada musim 2018-2019, saat De Zerbi masih menjadi arsitek taktik klub Serie B. Hubungan personal dan pemahaman taktis yang sudah terbangun menjadi alasan utama Tonali mengabaikan tawaran dari klub lain.
Namun, adaptasi Tonali di bawah De Zerbi bukan tanpa tantangan. De Zerbi dikenal dengan filosofi sepak bola menyerang yang menuntut pergerakan konstan, pressing tinggi, dan penguasaan bola. Tonali, yang lebih sering berperan sebagai gelandang bertahan atau deep-lying playmaker di Newcastle dan Milan, harus menyesuaikan diri dengan peran yang lebih dinamis. Dalam sistem De Zerbi, gelandang tengah dituntut untuk sering bergerak ke depan, memenangkan duel, dan menjadi bagian dari transisi cepat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tonali menjadi cerminan bagaimana pasar transfer Eropa terus mengalami inflasi. Nilai fantastis yang melekat pada pemain Italia ini juga menimbulkan pertanyaan: apakah harga mahal selalu berbanding lurus dengan performa? Di Liga Inggris, banyak pemain dengan banderol tinggi justru kesulitan beradaptasi, seperti yang dialami oleh beberapa rekan senegaranya sebelumnya. Tonali, yang pernah mengalami musim sulit di awal kariernya bersama Milan, diharapkan bisa belajar dari pengalaman tersebut.
De Zerbi sendiri memiliki reputasi sebagai pelatih yang mampu memaksimalkan potensi pemain. Di Brighton, ia berhasil mengubah pemain seperti Alexis Mac Allister dan Moisรฉs Caicedo menjadi bintang kelas dunia. Kini, tantangan serupa menanti Tonali. Pertanyaan besarnya adalah: mampukah Tonali menjadi poros permainan Tottenham di lini tengah, atau justru tenggelam dalam tekanan ekspektasi yang tinggi? Jawabannya akan mulai terlihat saat musim 2024/25 bergulir.



