Roma Tahan Dybala dengan Gaji Setengah, Pellegrini Terbang ke Turki
Baca dalam 60 detik
- Paulo Dybala sepakat perpanjang kontrak di Roma dengan pemotongan gaji hingga 50 persen, plus bonus per pertandingan.
- Lorenzo Pellegrini, kapten Roma yang kontraknya habis, bertemu dengan perwakilan Besiktas untuk membahas kepindahan.
- Kedua nasib berbeda ini mencerminkan strategi Roma yang ketat secara finansial dan perombakan skuad musim panas.

AS Roma hampir mengunci masa depan Paulo Dybala dengan kontrak baru yang memotong gajinya hingga setengah dari sebelumnya, sementara kapten tim Lorenzo Pellegrini justru melangkah ke arah berlawanan dengan menemui perwakilan Besiktas di Turki. Langkah ini menjadi sinyal nyata restrukturisasi besar-besaran yang tengah dijalani klub ibu kota Italia tersebut.
Menurut laporan Sky Sport Italia, Dybala dan agennya tengah merampungkan detail akhir kontrak anyar yang diperkirakan rampung dalam beberapa hari ke depan. Kesepakatan ini akan menurunkan pendapatan tahunan pemain asal Argentina itu dari 6 juta euro menjadi sekitar 3 juta euro per musim. Sebagai kompensasi, Roma menawarkan serangkaian bonus berbasis penampilan, termasuk tambahan hingga 60 ribu euro setiap kali ia turun ke lapangan. Angka tersebut dianggap realistis mengingat riwayat cedera yang kerap menghambat produktivitas Dybala.
Keputusan Dybala untuk bertahan di Stadio Olimpico terbilang mengejutkan. Sejumlah klub, termasuk Boca Juniors yang terus merayunya pulang ke Argentina, sempat dikabarkan mengincar jasa pemain berjuluk La Joya itu. Namun, komitmennya untuk tetap berseragam Giallorossi menunjukkan bahwa faktor non-finansial—seperti ambisi proyek tim dan ikatan dengan kota Roma—menjadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, Lorenzo Pellegrini yang baru genap berusia 30 tahun pada Juni lalu justru berada di ambang pintu keluar. Media Turki, Sports Digitale, melaporkan bahwa gelandang serang tersebut telah bertemu dengan dua petinggi Besiktas, Onder Ozen dan Gokhan Keskin, untuk membahas proyek olahraga klub. Pellegrini, yang menghabiskan hampir seluruh kariernya di Roma kecuali masa pinjaman di Sassuolo (2015–2017), dikabarkan berat hati meninggalkan klub masa kecilnya. Namun, statusnya sebagai free agent membuat ia leluasa bernegosiasi dengan tim lain tanpa biaya transfer.
Menariknya, pelatih Besiktas saat ini adalah Vincenzo Italiano, sosok yang sudah lama mengagumi permainan Pellegrini. Ketika masih menangani Bologna, Italiano sempat berusaha mendatangkan pemain Timnas Italia itu, namun gagal. Kini, kesempatan itu terbuka kembali di Istanbul. Bagi Pellegrini, kepindahan ke Turki bisa menjadi tantangan baru di luar Serie A setelah lebih dari satu dekade berkarier di Italia.
Dua skenario berbeda ini mencerminkan strategi Roma di bawah arahan Direktur Olahraga Tiago Pinto: mempertahankan bintang dengan biaya lebih efisien, namun rela melepas ikon klub yang dianggap tidak lagi sesuai dengan rencana jangka panjang. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika ini mengingatkan pada perombakan besar yang kerap terjadi di klub-klub Eropa saat bursa transfer musim panas—di mana keputusan finansial kerap berbenturan dengan sentimen loyalitas pemain.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Dybala mampu menjaga kebugarannya untuk memaksimalkan bonus per pertandingan, dan apakah Pellegrini akan menjadi motor baru permainan Besiktas di bawah Italiano. Satu hal yang pasti: Roma tengah membangun ulang identitas tim dengan pendekatan yang lebih realistis secara anggaran.



