Juan Mata Resmi Jadi Pemegang Saham Melbourne Victory, Siap Pensiun di Klub Australia
Baca dalam 60 detik
- Juan Mata, gelandang Spanyol peraih Piala Dunia 2010, menjadi pemegang saham Melbourne Victory dan akan mengisi peran off-field setelah pensiun.
- Mata yang musim lalu meraih penghargaan pemain terbaik A-League (Johnny Warren Medal) telah berinvestasi di beberapa klub olahraga global, termasuk San Diego FC dan Alpine Racing.
- Langkah ini memperkuat tren pemain top dunia yang beralih ke peran kepemilikan dan manajemen di klub sepak bola, membuka peluang bagi pengembangan sepak bola Australia dan potensi kolaborasi dengan Indonesia.

Juan Mata, gelandang serang asal Spanyol yang namanya melambung bersama Chelsea dan Manchester United, resmi mengakuisisi saham Melbourne Victory. Keputusan ini tidak hanya menandai babak baru dalam kariernya, tetapi juga mengonfirmasi komitmen jangka panjang sang pemain terhadap sepak bola Australia. Mantan bintang La Furia Roja itu akan mengambil peran di luar lapangan setelah gantung sepatu, yakni sebagai ketua komite sepak bola yang baru dibentuk klub.
Mata yang kini berusia 38 tahun bergabung dengan Melbourne Victory pada September 2025 dari Western Sydney Wanderers. Dalam satu musim penuh bersama tim berjuluk Big V, ia tampil impresif dengan torehan 5 gol dan 13 assist dari 25 penampilan. Performa gemilang itu mengantarkannya meraih Johnny Warren Medal, penghargaan pemain terbaik A-League musim 2025-26. Melbourne Victory sendiri finis di peringkat keempat klasemen akhir dengan 40 poin.
Langkah Mata menjadi pemegang saham Melbourne Victory bukanlah yang pertama. Ia sebelumnya telah menjadi bagian dari kepemilikan San Diego FC, klub ekspansi Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, serta berinvestasi di tim Formula One Alpine Racing. Diversifikasi investasi di dunia olahraga ini menunjukkan naluri bisnis yang tajam dari pemain yang pernah menjadi bagian dari skuad Spanyol juara Piala Dunia 2010.
Keputusan Mata untuk mengambil peran off-field setelah pensiun dinilai sebagai langkah strategis. Ia akan memimpin komite sepak bola yang bertugas mendukung operasional klub, termasuk pengembangan pemain muda dan strategi jangka panjang. โSepak bola Australia memiliki masa depan yang benar-benar saya yakini,โ ujar Mata dalam pernyataan resmi klub. โSejak tiba di Melbourne Victory, saya merasakan gairah klub ini dan potensi A-League. Saya ingin menjadi bagian dari pembangunan ke depan โ bukan hanya untuk satu musim, tetapi untuk jangka panjang.โ
Fenomena pemain top dunia yang beralih menjadi pemilik atau pemegang saham klub semakin marak. Selain Mata, nama-nama seperti David Beckham (Inter Miami), Didier Drogba (Phoenix Rising), dan Cristiano Ronaldo (investasi di berbagai klub) telah membuka jalan. Bagi sepak bola Australia, kehadiran figur sekelas Mata memberikan nilai tambah dalam hal reputasi dan daya tarik kompetisi. A-League yang selama ini berjuang untuk bersaing dengan liga-liga Asia lainnya mendapat suntikan kredibilitas.
Bagi Indonesia, perkembangan ini bisa menjadi pelajaran berharga. Sepak bola Tanah Air masih mencari formula untuk menarik investasi dan perhatian global. Model keterlibatan pemain bintang sebagai pemilik atau investor โ seperti yang dilakukan Mata โ bisa menjadi inspirasi bagi para legenda sepak bola Indonesia untuk berkontribusi lebih dari sekadar di lapangan. Apalagi, dengan semakin terbukanya pasar sepak bola Asia, kerja sama antar klub di kawasan bisa semakin intensif.
Mata sendiri belum memutuskan apakah akan melanjutkan karier bermainnya musim depan. Namun, dengan komitmennya sebagai pemegang saham dan peran pasca-pensiun yang sudah menanti, tampaknya masa depannya sudah jelas: tetap di Melbourne Victory. Pertanyaan besarnya, akankah langkah ini diikuti oleh pemain-pemain top lainnya? Jika ya, A-League berpotensi menjadi salah satu liga paling menarik di Asia Pasifik.



