Tottenham Tutup Pintu untuk Nottingham Forest: Bergvall Tak Dilepas
Baca dalam 60 detik
- Tottenham menolak melepas Lucas Bergvall meski pemain meminta hengkang karena khawatir menit bermain.
- Pelatih De Zerbi dan direktur teknis Lange telah meyakinkan Bergvall bahwa ia bagian dari rencana jangka panjang klub.
- Nottingham Forest, yang baru menjual Anderson, harus mencari alternatif seperti Frattesi atau Engels.

Tottenham Hotspur menegaskan tidak akan melepas gelandang muda Swedia, Lucas Bergvall, di bursa transfer musim panas ini meskipun pemain berusia 20 tahun itu dikabarkan meminta pergi karena khawatir kehilangan tempat di tim utama. Klub London utara itu justru bergerak cepat memberikan jaminan dengan melibatkan langsung pelatih kepala Roberto De Zerbi dan direktur teknis Johan Lange.
Menurut laporan John Percy dari The Telegraph, Tottenham telah mengambil sikap tegas: Bergvall adalah aset yang tidak untuk dijual. Keputusan ini muncul di tengah spekulasi bahwa Nottingham Forest, yang baru saja kehilangan Elliot Anderson ke Manchester City dengan nilai transfer fantastis, menjadikan Bergvall sebagai target utama untuk memperkuat lini tengah. Forest bahkan disebut siap menggelontorkan dana segar hasil penjualan Anderson yang mencapai 116 juta poundsterling.
Namun, Tottenham tidak bergeming. Bergvall, yang direkrut dari Djurgårdens pada 2024 setelah mengalahkan Barcelona dalam perebutan tanda tangan, masih terikat kontrak hingga 2031. Klub menilai sang pemain memiliki potensi besar untuk menjadi starter reguler di Premier League. De Zerbi dan Lange secara pribadi telah berbicara dengan Bergvall untuk meyakinkannya bahwa ia tetap menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Spurs, meskipun persaingan di lini tengah semakin ketat dengan kedatangan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes yang total bernilai 185 juta poundsterling.
Bagi Nottingham Forest, kegagalan mendapatkan Bergvall menjadi pukulan tersendiri. Klub yang kini ditangani Oliver Glasner—pelatih anyar pengganti Vitor Pereira—sedang dalam proses rekonstruksi skuad. Glasner, yang sukses di Eintracht Frankfurt dan Crystal Palace, dikenal mampu mengembangkan pemain muda. Bergvall dengan kemampuan teknis dan visi bermainnya dianggap cocok dengan sistem permainan intensitas tinggi ala Glasner. Namun, Tottenham menolak bernegosiasi, memaksa Forest mencari alternatif. Beberapa nama yang disebut-sebut masuk radar adalah Davide Frattesi dari Inter Milan dan Arne Engels dari Celtic, dua gelandang dengan energi dan potensi jangka panjang.
Keputusan Tottenham mempertahankan Bergvall juga menjadi sinyal bagi klub-klub lain bahwa Spurs tidak akan mudah melepas pemain muda berbakatnya. Di tengah gencarnya belanja pemain bintang, Tottenham justru menunjukkan komitmen pada pembinaan pemain muda. Bergvall, yang sudah mencatatkan debut sebagai pemain internasional Swedia, dinilai memiliki kematangan taktis yang luar biasa untuk usianya. Pelatih di dalam klub percaya ia bisa menjadi pemain kunci di masa depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini menarik karena mencerminkan dinamika transfer pemain muda di Eropa. Klub-klub besar seperti Tottenham kini lebih memilih mempertahankan bakat mudanya ketimbang menjual demi keuntungan jangka pendek. Ini berbeda dengan tren beberapa tahun lalu di mana pemain muda sering dijadikan alat tukar. Pertanyaannya, mampukah Bergvall membuktikan diri di tengah persaingan ketat di Tottenham, ataukah ia akan kembali meminta hengkang di bursa berikutnya?



